Lamanesia.com – Hamparan kebun sawit hijau di Kecamatan Merlung menjadi saksi perjalanan sukses Haji Zulkifli Sihombing, petani mitra binaan Asian Agri yang berhasil mengubah kebun sawit menjadi sumber kesejahteraan keluarga hingga membuka berbagai lini usaha baru.
Kisah inspiratif itu diperlihatkan langsung kepada para jurnalis Jambi dalam kegiatan Media Field Visit Asian Agri, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, para media diajak melihat secara langsung kebun sawit milik Haji Zulkifli yang dikenal produktif berkat penggunaan bibit unggul Topaz serta pendampingan berkelanjutan dari Asian Agri.
Perjalanan Haji Zulkifli dimulai sejak tahun 1989 sebagai petani plasma transmigrasi. Setelah sukses pada kemitraan generasi pertama, ia kembali melanjutkan kerja sama generasi kedua bersama Asian Agri hingga mampu mengembangkan kebun baru di Desa Merlung dan Lubuk Terap.
“Kalau petani ingin maju, harus punya partner yang tepat. Saya merasakan sendiri bagaimana Asian Agri mendampingi petani dari dulu sampai sekarang. Ditambah penggunaan bibit unggul Topaz yang produksinya memang terbukti tinggi,” ujar Haji Zulkifli.
Kesuksesan itu kini terlihat nyata. Pada usia tanaman 6 hingga 7 tahun, kebun sawit Topaz miliknya mampu menghasilkan produksi sekitar 38–39 ton tandan buah segar per hektar per tahun. Produktivitas tinggi tersebut bahkan menjadikan Haji Zulkifli sebagai salah satu pemasok TBS ke PMKS Tunggal Ulu milik PT Inti Indosawit Subur – Asian Agri.
Tak hanya sukses di sektor perkebunan, hasil sawit juga membawa perubahan besar dalam kehidupan ekonominya. Dari kebun sawit, Haji Zulkifli berhasil mengembangkan usaha perhotelan, armada truk angkutan, hingga minimarket.
“Hasil sawit ini bukan hanya untuk kebun saja, tapi juga membantu kami membangun usaha lain. Kalau bekerja keras dan bermitra dengan perusahaan yang benar-benar peduli kepada petani, insyaallah petani bisa sejahtera,” katanya.
Koordinator Kemitraan CSV Kebun Muara Bulian Asian Agri, Era Arafat menjelaskan perusahaan terus melakukan pendampingan intensif kepada petani melalui pelatihan teknis budidaya, pemeriksaan mutu buah, hingga pengelolaan kebun berkelanjutan.
Sementara itu, Yopy Dedywiryanto dari tim riset Topaz menjelaskan bahwa bibit sawit unggul Topaz dirancang untuk meningkatkan produktivitas petani. Varietas Topaz disebut mampu menghasilkan produksi hingga 24 ton per hektar per tahun pada masa tanam awal dan rata-rata mencapai 38 ton per hektar per tahun pada usia produktif.
Selain produktivitas tinggi, bibit Topaz juga memiliki rendemen minyak mencapai 28–29 persen sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.
Melalui kegiatan media field visit ini, Asian Agri ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan petani dapat menjadi kunci terciptanya kesejahteraan berkelanjutan di sektor perkebunan sawit. (mat)








Discussion about this post