Lamanesia.com – Kerusakan sejumlah jembatan gantung akibat diterjang banjir di Kecamatan Batang Asai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Bupati Sarolangun H. Hurmin bersama jajaran Forkopimda turun langsung meninjau kondisi jembatan yang mengalami kerusakan parah beberapa waktu lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Hurmin menyebut terdapat dua jembatan gantung di Kecamatan Batang Asai yang mengalami kerusakan berat dan sudah tidak layak digunakan masyarakat karena kondisinya membahayakan.
“Di Batang Asai ada di Desa Rantau Panjang jembatan gantung rusak harus dibangun baru dan satu lagi di Desa Bukit Berantai yang putus, dan harus dipercepat,” ujar Hurmin.
Menurutnya, dengan bertambahnya kerusakan di dua titik tersebut, kini total terdapat enam jembatan gantung di wilayah Sarolangun yang harus segera dibangun ulang. Enam jembatan itu berada di Desa Muaro Lati, Desa Tanjung Gagak, Desa Pulau Aro, Desa Pulau Melako, Desa Rantau Panjang, dan Desa Bukit Berantai.
Tak hanya itu, Hurmin juga mengungkapkan masih ada tiga hingga empat jembatan lain yang kondisinya kritis dan terancam putus akibat abrasi tebing serta derasnya arus sungai.
“Dan ada beberapa yang bakal putus sekitar tiga sampai empat titik jembatan yang tinggal menunggu waktu putus karena tebing sudah parah,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Sarolangun kini tengah berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Salah satunya melalui koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN) serta meminta dukungan anggota DPR RI Komisi V, Edi Purwanto.
Hurmin mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat di wilayah pedalaman Batang Asai untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Selain mengandalkan anggaran dari BP2JN, Pemkab Sarolangun juga menjajaki bantuan pembangunan melalui Kementerian Pertahanan RI.
“Kita bersama Forkopimda Kabupaten Sarolangun, jangka pendeknya kita sudah koordinasi dengan bapak Dandim, mudah-mudahan ada anggaran di Kemenhan,” pungkasnya.
Kondisi jembatan yang rusak parah ini diharapkan segera mendapat penanganan agar aktivitas masyarakat kembali normal dan akses antarwilayah tidak terputus. (mat)













Discussion about this post