Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Lamanesia
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sidebar
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Home Nasional

Fakta Anyar Skandal Pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Santriwati Diduga Terpaksa ‘Layani’ Pengasuhnya 10 Kali

by Admin
08/05/2026
in Nasional
Menyoroti fakta terkini terkait kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati. (YouTube.com / Polresta Pati Official)

Menyoroti fakta terkini terkait kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati. (YouTube.com / Polresta Pati Official)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 465

Lamanesia.com – Linimasa media sosial tengah ramai menyoroti kasus dugaan kekerasan seksual atau pencabulan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.

Artikelterkait

No Content Available

Kasus ini kian menyita perhatian, setelah pihak kepolisian menangkap terduga pelaku yang merupakan pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo, Ashari (51) dalam pelariannya di Kabupaten Wonogiri.

Dalam kasus tersebut, mencuat dugaan adanya 50 santriwati yang menjadi korban kekerasan seksual oleh pelaku hingga korban di antaranya hamil.

Terkini, pihak kepolisian angkat bicara terkait kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh dengan anak-anak muridnya di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto menyebut ada laporan korban berinisial FA, yang menyebut perilaku keji itu terjadi sejak 2020 lalu.

Artanto menuturkan, FA mengaku kala itu menjadi korban kekerasan seksual oleh pengasuhnya sebanyak 10 kali, yang berlangsung sejak 2020 hingga 2024.

“Pelaku melakukan sebanyak 10 kali di waktu berbeda dengan memaksa korban masuk ke kamarnya,” ujar Artanto dalam pernyataan resminya di Pati, pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Korban di situ melepaskan baju dengan ancaman, dan diminta memegang alat vital pelaku sampai mengeluarkan cairan,” bebernya.

Korban Mengadu ke Ayahnya

Dalam laporannya, korban disebut sempat mengadu ke ayahnya hingga akhirnya berani mengungkap tindak pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo itu.

“Korban menceritakan ke ayahnya, kemudian visum di rumah sakit,” terang Artanto.

Artanto melanjutkan, setelah itu korban didampingi keluarganya memberi laporan ke aparat kepolisian.

“Kemudian terungkap kasus yang kita lakukan setelah pemeriksaan saksi dengan menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka,” terangnya.

Korban: Murid Harus Ikut Kata Guru

Atas kasus ini, Artanto menuturkan adanya modus Ashari yang membuat para korban santriwati harus patuh terhadap perintahnya.

“Murid harus ikut kata guru, itu yang disampaikan ke korban,” bebernya.

Dalam perjalanan kasus ini, pelaku diketahui sempat melarikan diri ke sejumlah wilayah, yakni Kudus, Bogor, Surakarta, hingga akhirnya dibekuk di Wonogiri.

“Di perjalanan, pelaku melarikan diri, dan kami menangkap pelaku di area Masjid Agung Purwantoro, Wonogiri sejak 2 hari (pelaku) mangkir dari panggilan,” tandas Artanto.

Soal Dugaan 50 Korban Santriwati

Artanto kemudian menyoroti terkait adanya dugaan 50 santriwati menjadi korban kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo.

Terlebih, di antara para korban ada yang disebut hamil atas perilaku keji dalam pondok pesentren tersebut.

“50 (korban) belum menjadi fakta daripada pemeriksaan,” tegas Artanto.

“Korban hamil juga belum menjadi fakta dari kami,” tandasnya. (pin)

Tags: #KasusPencabulanPonpes#KekerasanSeksualAnak#PoldaJateng

Related Posts

No Content Available
Next Post
Aktivitas petani saat memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di perkebunan wilayah Jambi. (Dok: Redaksi)

Harga TBS Sawit Jambi Turun Tipis, Petani Mulai Kurang Bergairah

Kepala Kantor Kementerian Haji Muaro Jambi, Hanafi saat wawancara di Kantor Kemenag Muaro Jambi. (Dok: Rahmat)

155 Calon Jemaah Haji Muaro Jambi Siap Berangkat ke Tanah Suci

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melahap empat unit ruko di kawasan Jalan Sultan, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. (Dok: Alpin)

Empat Ruko di Jelutung Jambi Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik

Gubernur Jambi Al Haris bersama jajaran Pemprov Jambi mengikuti Safari Subuh di Masjid Hidayatullah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (08/05/2026). (Dok: Rahmat)

Safari Subuh di Masjid Hidayatullah, Gubernur Al Haris Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid

Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha saat memberikan keterangan di Kantor BPS Provinsi Jambi. (Dok: Rudi)

BPS Jambi Mulai Sensus Ekonomi 2026, Usaha Online hingga UMKM Jadi Sasaran Pendataan

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

Media sosial

No Result
View All Result