Lamanesia.com – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus memperkuat posisinya sebagai penggerak transformasi digital nasional dengan mempercepat strategi AI North Star serta membagikan dividen jumbo kepada para pemegang saham. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang menjadi momentum baru bagi perusahaan menuju pertumbuhan berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Di tengah tantangan ekonomi global sepanjang 2025, Indosat tetap menunjukkan performa yang tangguh melalui strategi bisnis yang disiplin dan terarah. Perseroan kini fokus mempercepat transformasi menjadi AI-native telco dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh lini operasional perusahaan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat, Vikram Sinha menegaskan bahwa seluruh inovasi yang dilakukan perusahaan diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pemegang saham.
“Fokus kami jelas, mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin demi menghadirkan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai nyata bagi pemegang saham,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Transformasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan AI hyper-personalization untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, produktivitas, hingga efisiensi operasional perusahaan. Strategi ini dinilai mampu memperkuat keterlibatan pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dua digit secara berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada layanan telekomunikasi, Indosat juga memperluas bisnisnya menjadi AI TechCo dengan menggarap sektor sovereign AI, cloud computing, dan keamanan siber. Langkah ini membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.
Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan adalah kolaborasi Indosat dengan NVIDIA yang diumumkan pada ajang NVIDIA GTC 2026. Kerja sama ini melahirkan platform Sahabat-AI yang dirancang untuk memperluas akses kecerdasan buatan di Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, Indosat memanfaatkan teknologi accelerated computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan lokal serta mendukung pembangunan sovereign AI nasional.
Selain itu, Indosat juga mengembangkan AI Grid berbasis jaringan nasional dan pusat data perusahaan untuk mendistribusikan daya komputasi AI secara merata ke berbagai wilayah Indonesia. Inisiatif ini diyakini dapat mempercepat inovasi digital hingga ke daerah-daerah di luar kota besar.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris perusahaan. Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir resmi diangkat sebagai anggota direksi, sementara Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai komisaris perseroan.
Di sisi lain, rapat juga menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham. Keputusan ini menjadi bukti komitmen Indosat dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para investor di tengah agresivitas transformasi digital perusahaan. (pin)













Discussion about this post