Lamanesia.com – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian di Jambi. Berdasarkan data Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jambi, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 1.875 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat dibanding tahun 2024 yang berjumlah 1.719 kasus.
Kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan 372 orang meninggal dunia, sementara 317 orang mengalami luka berat dan 2.447 orang luka ringan. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp 8,7 miliar. Minimnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan keselamatan berkendara disebut menjadi faktor dominan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, melalui Kasubdit Gakkum Kompol Sandy Mutaqqin menegaskan bahwa peningkatan ini tidak hanya dipicu kelalaian pengendara, namun juga diperburuk oleh kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan sarana prasarana lalu lintas di sejumlah titik rawan.
“Jumlah kasus laka lantas mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Minimnya kesadaran masyarakat dalam memahami keselamatan berkendara masih menjadi penyebab utama. Namun ada juga faktor lain seperti cuaca ekstrem serta sarana dan prasarana rambu lalu lintas yang belum memadai,” ujarnya saat wawancara dengan wartawan, Jumat (12/12/2025).
Kompol Sandy menambahkan, Ditlantas Polda Jambi akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait sebagai langkah antisipatif untuk menekan angka kecelakaan di tahun mendatang.
Untuk diketahui, meski total kasus meningkat, data menunjukkan korban meninggal dunia justru menurun dari 421 orang pada tahun 2024 menjadi 372 orang pada 2025 (turun 11,64 persen). Sementara korban luka berat naik tipis sebanyak 4 kasus atau 1,28 persen. Luka ringan meningkat signifikan dari 2.120 menjadi 2.447 kasus, atau naik 15,42 persen. Kerugian material juga bertambah dari Rp 7,4 miliar menjadi Rp 8,7 miliar, atau naik 17,43 persen.
Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk memperkuat edukasi, penindakan, serta perbaikan sistem keselamatan lalu lintas guna menekan angka kecelakaan pada tahun berikutnya. (pin)













Discussion about this post