Lamanesia.com – Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap tujuh murid perempuan di sebuah perguruan silat di kawasan Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, masih terus berlanjut. Setelah meringkus dua orang pelaku, kepolisian kini masih memburu terduga pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus asusila tersebut.
Perbuatan tak bermoral itu diketahui dilakukan oleh seorang pelatih silat bersama tiga senior di perguruan yang sama. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polresta Jambi, Ipda Deddy, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (6/1/2026).
Ipda Deddy mengatakan, meskipun Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Jambi telah mengamankan dua orang terduga pelaku, proses penyidikan masih terus dikembangkan guna mengungkap keterlibatan pelaku lainnya.
“Penyidik masih bekerja untuk memburu pelaku lain. Apabila ada perkembangan terbaru, tentu akan kami sampaikan kembali,” ujar Ipda Deddy.
Kasus ini sebelumnya terungkap pada November 2025 lalu, setelah salah satu korban diketahui hamil. Orang tua salah satu korban berinisial Y (40) mengungkapkan, dirinya baru mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan seksual setelah mengetahui teman anaknya hamil.
“Saya tahunya setelah ada teman anak saya hamil. Awalnya saya kira hamil dengan pacarnya, tapi setelah dicari tahu ternyata dihamili oleh pelatih dan seniornya,” jelas Y, Minggu (21/12/2025).
Setelah mengetahui hal tersebut, Y kemudian menanyakan alasan anaknya yang tiba-tiba berhenti latihan silat pada Agustus 2025 lalu. Padahal sebelumnya, anaknya dikenal sangat bersemangat mengikuti latihan.
“Barulah anak saya mengaku alasan sebenarnya dia berhenti latihan silat. Dia bilang dia dilecehkan oleh pelatih,” ungkapnya.
Y menambahkan, para pelaku menjalankan aksinya dengan modus latihan pernapasan yang dilakukan di lapangan terbuka pada malam hari tanpa pencahayaan. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap para korban.
“Kesepakatan latihan itu dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perbuatan-perbuatan tak senonoh,” jelasnya.
Latihan silat tersebut diketahui berlangsung pada malam hari, mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Dalam situasi minim penerangan itulah para korban diduga dilecehkan dan disetubuhi oleh para pelaku.
Menurut Y, jumlah korban mencapai tujuh orang. Salah satu korban berinisial IZ (16) saat ini diketahui tengah hamil dengan usia kandungan sekitar delapan bulan. Korban M (12) mengalami pelecehan seksual, sementara korban KS (14) disetubuhi oleh keempat pelaku.
Selain itu, korban SS (14) dan SF (14) juga menjadi korban pelecehan seksual. Dua korban lainnya hingga kini belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Dari empat orang terduga pelaku, dua di antaranya berinisial HN dan HR telah diamankan oleh pihak kepolisian. Sementara dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian. (pin)










Discussion about this post