Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Opini

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

by Admin
10/06/2026
in Opini
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M. AP (Dok. Penulis)

Yulfi Alfikri Noer S.IP., M. AP (Dok. Penulis)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 458

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP

Artikelterkait

Baru Rampung Akhir 2025, Jalan Rabat Beton di Permukiman Warga Desa Tangkit Baru Sudah Retak

Akses Jalan Banyak Tumpukan Material Proyek Jembatan Parit Gompong

Narasi yang menempatkan Pelabuhan Ujung Jabung sebagai satu-satunya penentu masa depan daya saing Jambi perlu dibaca secara proporsional dalam kerangka pembangunan daerah yang kompleks dan multidimensional.

Reduksi persoalan pembangunan menjadi satu proyek infrastruktur berisiko melahirkan kesimpulan yang tidak utuh terhadap realitas kebijakan publik.
Pelabuhan Ujung Jabung memang merupakan infrastruktur strategis dalam agenda penguatan konektivitas dan logistik Provinsi Jambi.

Namun, menjadikan lambatnya pengembangannya sebagai ukuran tunggal keberhasilan atau kegagalan visi “Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan” mencerminkan kekeliruan logika single factor fallacy, yakni kecenderungan dalam kajian kebijakan publik untuk menjelaskan persoalan kompleks melalui satu variabel dominan.

Dalam kajian pembangunan wilayah, daya saing daerah tidak ditentukan oleh satu infrastruktur, melainkan oleh interaksi berbagai faktor seperti kualitas sumber daya manusia, produktivitas ekonomi, tata kelola pemerintahan, investasi, inovasi dan konektivitas wilayah. Dalam perspektif Michael Porter tentang competitive advantage, produktivitas dan kualitas institusi menjadi fondasi utama daya saing, sementara infrastruktur berfungsi sebagai enabler, bukan penentu tunggal.

Jika logika tunggal tersebut digunakan, maka daerah tanpa pelabuhan laut besar akan otomatis dianggap tidak berdaya saing. Faktanya tidak demikian. Bandung bertumpu pada pendidikan dan industri kreatif, Yogyakarta pada kualitas sumber daya manusia dan ekonomi budaya, sementara Surakarta berkembang melalui UMKM, perdagangan dan jasa. Ini menunjukkan bahwa daya saing bersifat multidimensional, bukan deterministik-infrastruktural.

Pandangan tersebut juga mengandung false dilemma, yakni seolah hanya terdapat dua pilihan, membangun pelabuhan atau gagal menjadi daerah berdaya saing. Padahal, peningkatan daya saing dapat ditempuh melalui pendidikan, kesehatan, digitalisasi layanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan UMKM, hilirisasi komoditas, reformasi birokrasi, hingga peningkatan investasi.

Secara regional di Jambi, data Badan Pusat Statistik menunjukkan perekonomian daerah tetap tumbuh sebesar 4,51 persen pada 2024 dengan PDRB sekitar Rp. 322,98 triliun. IPM juga meningkat menjadi 74,36, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,48 persen dan angka kemiskinan 7,19 persen pada 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan pembangunan manusia tetap berlangsung, tidak bergantung pada satu proyek infrastruktur tertentu.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor Jambi pada Mei 2025 mencapai sekitar US$.249,34 juta, didominasi komoditas berbasis sumber daya alam seperti kelapa sawit, karet dan pinang. Ini menegaskan bahwa integrasi Jambi ke pasar global tetap berjalan meski Pelabuhan Ujung Jabung belum berfungsi sebagai pelabuhan internasional utama. Yang lebih penting bukan sekadar besaran ekspor, melainkan kemampuan menciptakan nilai tambah. Dalam perspektif pembangunan ekonomi modern, daya saing ditentukan oleh kapasitas produksi, hilirisasi dan kualitas rantai nilai, bukan semata keberadaan pelabuhan. Infrastruktur hanya memperlancar arus barang, bukan menciptakan barang itu sendiri.

Kekeliruan berikutnya adalah asumsi bahwa pelabuhan secara otomatis akan menciptakan kemajuan ekonomi. Sejarah pembangunan justru menunjukkan bahwa pelabuhan yang sukses bukanlah pelabuhan yang dibangun lebih dahulu, melainkan pelabuhan yang didukung oleh basis produksi yang kuat. Pelabuhan tidak menciptakan barang. Pelabuhan tidak menghasilkan ekspor. Pelabuhan tidak menumbuhkan industri dengan sendirinya. Semua itu lahir dari produktivitas ekonomi masyarakat, investasi, industri pengolahan, kawasan ekonomi, dan aktivitas bisnis yang sehat.

Pertanyaan mendasarnya bukanlah mengapa pelabuhan belum berkembang, melainkan apakah basis produksi dan hilirisasi komoditas Jambi sudah cukup kuat untuk menopang pelabuhan internasional berskala besar secara berkelanjutan. Jika belum, maka pembangunan pelabuhan tanpa penguatan sektor produktif justru berisiko menghasilkan infrastruktur yang belum optimal pemanfaatannya.

Di sinilah letak persoalan sesungguhnya. Fokus pembangunan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem ekonomi yang mampu memanfaatkan infrastruktur tersebut secara maksimal. Selain itu, menempatkan seluruh tanggung jawab pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung kepada Pemerintah Provinsi Jambi juga kurang tepat. Ini merupakan aspek yang sering luput dalam berbagai opini publik.

Pembangunan pelabuhan internasional bukanlah kewenangan tunggal pemerintah provinsi. Proyek semacam ini melibatkan banyak aktor dan lembaga, mulai dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, badan usaha pelabuhan, hingga investor swasta. Perencanaan, pendanaan, regulasi, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga operasional pelabuhan merupakan proses yang melibatkan koordinasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan. Sejak awal, Pelabuhan Ujung Jabung juga telah ditempatkan dalam berbagai dokumen perencanaan nasional dan daerah sebagai bagian dari strategi penguatan konektivitas dan logistik Provinsi Jambi.

Pengembangan kepelabuhanan di Jambi dirancang secara bertahap, mulai dari optimalisasi Pelabuhan Talang Duku dan Kuala Tungkal dalam jangka pendek, penguatan Pelabuhan Sabak dalam jangka menengah, hingga pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung sebagai pelabuhan laut dalam (deep sea port) dan gerbang perdagangan internasional dalam jangka panjang.

Pernyataan bahwa tanpa pelabuhan utama visi Jambi berdaya saing hanyalah “mimpi di siang bolong” lebih tepat dipahami sebagai hiperbola politik daripada kesimpulan akademik. Sebab kesimpulan tersebut dibangun di atas tiga kelemahan mendasar, single factor fallacy yang menjelaskan persoalan kompleks hanya dengan satu variabel, false dilemma yang seolah hanya menyisakan dua pilihan, serta oversimplification yang menyederhanakan pembangunan daerah menjadi sekadar persoalan pelabuhan.

Dalam perspektif pembangunan regional, pelabuhan bukanlah prasyarat tunggal kemajuan daerah. Pelabuhan yang berhasil umumnya lahir dari ekonomi yang produktif, investasi yang berkembang, sumber daya manusia yang berkualitas dan institusi yang kuat.

Karena itu, masa depan Jambi tidak ditentukan oleh satu proyek infrastruktur, melainkan oleh kemampuan mengintegrasikan pembangunan manusia, ekonomi, investasi, tata kelola dan konektivitas wilayah secara berkelanjutan. Pelabuhan merupakan bagian penting dari proses tersebut, tetapi bukan satu-satunya penentu daya saing daerah.

Penulis adalah Akademisi UIN STS Jambi

Tags: #dayasaing#proyek

Related Posts

Daerah

Baru Rampung Akhir 2025, Jalan Rabat Beton di Permukiman Warga Desa Tangkit Baru Sudah Retak

by Admin
13/01/2026
0

Lamanesia.com – Pekerjaan jalan rabat beton di kawasan permukiman warga Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menuai keluhan....

Read more
Daerah

Akses Jalan Banyak Tumpukan Material Proyek Jembatan Parit Gompong

by Admin
07/03/2022
0

Tanjab Barat - Permasalahan jembatan parit gompong yang hingga saat ini tidak selesai-selesai terkesan mangkrak hingga berganti tahun masih saja...

Read more
Next Post
Pengisian BBM kendaraan di salah satu SPBU di Jambi. (Dok: Pertamina Patra Niaga)

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Gubernur Jambi Al Haris menunjuk Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi Tahun 2026 saat Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla di Lapangan Upacara Korem 042/Gapu, Rabu (10/6/2026). (Dok: Rahmat)

Danrem 042/Gapu Ditunjuk Sebagai Plh Dansatgas Karhutla Jambi 2026, Perkuat Sinergi Cegah Bencana Asap

Tersangka kasus narkotika 58 kilogram sabu, M Alung Ramadhan alias Alung, digiring petugas saat pelimpahan tahap II di Kantor Kejaksaan Negeri Jambi, Rabu (10/6/2026). (Dok: Rudi)

Buron Kasus 58 Kg Sabu, Alung Ramadhan Dilimpahkan ke Kejaksaan Jambi

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat bersama Kapolres AKBP Maulia Kuswicaksono memimpin Apel Kewaspadaan Sabuk Kamtibmas di Lapangan Polres Tanjung Jabung Barat, Rabu (10/6/2026). (Dok: Rahmat)

Sabuk Kamtibmas Digaungkan di Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat Ajak Seluruh Elemen Jaga Persatuan dan Keamanan Daerah

Gubernur Jambi Al Haris bersama Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Forkopimda, akademisi, dan perwakilan dunia usaha menandatangani Komite Bersama Penanggulangan Karhutla di Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026). (DOk: Rahmat)

Jambi Perkuat Barisan Lawan Karhutla, Forkopimda dan Akademisi Teken Komitmen Bersama di Unja

Discussion about this post

November 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
« Okt    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN