Lamanesia.com – Tim nasional Mesir akhirnya mengukir sejarah baru di panggung sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya sejak tampil di Piala Dunia, skuad berjuluk The Pharaohs berhasil menembus fase gugur setelah bermain imbang 1-1 melawan Iran pada laga terakhir Grup G di Seattle Stadium, Sabtu WIB.
Satu poin dari pertandingan tersebut sudah cukup mengantarkan Mesir finis sebagai runner-up Grup G sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar. Hebatnya lagi, tim asuhan Hossam Hassan menuntaskan fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Di babak gugur nanti, Mesir dijadwalkan menghadapi Australia dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.
Sebaliknya, hasil imbang ini membuat Iran belum sepenuhnya tersingkir. Mereka masih harus menunggu hasil pertandingan di Grup J, K, dan L untuk mengetahui peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Mesir tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Baru lima menit laga berjalan, Mahmoud Saber membawa The Pharaohs unggul lebih dulu. Gol tersebut tercipta setelah ia memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Mohamed Salah yang gagal diamankan sempurna oleh kiper Iran, Alireza Beiranvand.
Iran mendapat kesempatan emas menyamakan kedudukan empat menit kemudian setelah Mehdi Taremi dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun, penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, tampil sebagai penyelamat dengan menggagalkan eksekusi penalti lawan melalui penyelamatan gemilang.
Tekanan Iran akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-14. Setelah Shobeir menepis tembakan Milad Mohammadi, bola liar jatuh ke kaki Ramin Rezaeian yang tanpa kesulitan menyarangkan bola dari sudut sempit untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Penampilan impresif Rezaeian sepanjang laga membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan tersebut.
Memasuki babak kedua, Mesir lebih banyak menguasai jalannya pertandingan dan mampu mengendalikan tempo permainan. Sementara Iran berusaha mencari gol kemenangan melalui sejumlah serangan balik cepat.
Drama terjadi pada masa injury time ketika Shojae Khalilzadeh sempat membobol gawang Mesir. Namun, selebrasi pemain Iran itu harus terhenti setelah wasit membatalkan gol tersebut usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) yang menyatakan Khalilzadeh berada dalam posisi offside.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan dan memastikan Mesir mencatatkan sejarah sebagai salah satu wakil Afrika yang berhasil menembus babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Kini, The Pharaohs membawa kepercayaan diri tinggi menuju fase knockout dengan harapan melanjutkan kisah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026. (pin)













Discussion about this post