Lamanesia.com – Meski sejumlah wilayah di Provinsi Jambi masih berpotensi diguyur hujan pada awal Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Tebo belum menurunkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Status Siaga Darurat Karhutla tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada pagi, sore, maupun malam hari.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah karena potensi Karhutla masih cukup tinggi, terutama di wilayah yang memiliki lahan rawan terbakar.
“Kita tetap bersyukur dengan adanya hujan yang turun. Namun masyarakat harus tetap waspada karena ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir. Status siaga darurat tetap diberlakukan dan kami terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tebo telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla sejak 4 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga awal Agustus 2026.
Selama masa siaga tersebut, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perusahaan, dan instansi terkait terus melakukan patroli lapangan, monitoring, survei wilayah rawan, serta edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Joko, upaya tersebut dilakukan agar seluruh pihak selalu siap menghadapi potensi Karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi selama musim kemarau.
“Selain melakukan pemantauan, kami juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau,” katanya.
Selain mengantisipasi Karhutla, BPBD juga memantau potensi kekeringan yang biasanya muncul pada musim kemarau. Hingga saat ini, kondisi di Kabupaten Tebo masih dinilai relatif aman dan terkendali.
BPBD juga memastikan kesiapan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tebo dalam menghadapi ancaman Karhutla cukup baik. Mulai dari personel, peralatan pemadam, hingga sarana pendukung penanggulangan kebakaran telah tersedia sesuai ketentuan.
“Sejauh ini hasil monitoring menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi Karhutla cukup baik, baik dari sisi personel maupun peralatan,” jelasnya.
Usai pelaksanaan Apel Siaga Karhutla beberapa waktu lalu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tebo langsung bergerak melakukan patroli dan sosialisasi di sejumlah daerah yang dinilai rawan, khususnya di Kecamatan Sumay.
Beberapa desa yang menjadi fokus pemantauan antara lain Desa Muara Sekalo, Semambu, Suo-Suo, dan Pemayungan. Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor apabila menemukan titik api.
Joko juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG, menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca, serta aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun petugas apabila menemukan indikasi kebakaran.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap siaga, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor apabila melihat adanya titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya. (mat)









Discussion about this post