Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Opini

Predikat Kompeten dan Beban di Baliknya

by Admin
15/09/2026
in Opini
0
SHARES
0
VIEWS
Views: 367

Oleh: Rizal Zebua

Artikelterkait

Hutama Karya dan Kementerian PU Teken Komitmen Jaga Mutu Konstruksi Jalan Tol

Pemprov dan Pemkot Jambi Apresiasi Festival UT 2026, Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda dan UMKM

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) baru saja selesai. Dua hari bukan waktu yang terlalu panjang, tetapi cukup untuk melihat banyak hal.

Bukan hanya soal siapa yang akhirnya dinyatakan kompeten dan siapa yang belum, tetapi juga bagaimana seorang wartawan mempersiapkan dirinya menghadapi sebuah proses yang memang tidak bisa dianggap sederhana.

Di ruang ujian, barangkali terlihat jelas mana yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari dan mana yang baru benar-benar mematangkan persiapan ketika waktu ujian semakin dekat

Ada yang datang dengan tenang, ada pula yang terlihat masih sibuk membuka catatan, berdiskusi, bahkan mengingat kembali hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Namun, di situlah menariknya UKW.

Ujian ini bukan sekadar tentang menjawab soal atau menyelesaikan tugas yang diberikan penguji.

Ada proses untuk melihat bagaimana seorang wartawan berpikir, bekerja, mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Sebab menjadi wartawan pada akhirnya bukan hanya soal bisa menulis berita.

Bisa menulis tentu penting. Tetapi wartawan juga harus tahu apa yang layak diberitakan, mengapa sesuatu penting untuk diketahui publik, bagaimana memperoleh informasi yang benar, bagaimana melakukan verifikasi, sampai bagaimana sebuah berita disajikan tanpa kehilangan konteks.

Karena itu, menurut saya, UKW sebenarnya bukan panggung untuk memamerkan siapa yang paling hebat.

Bukan pula tempat untuk memamerkan nilai. Bahkan, predikat kompeten sekalipun bukan sesuatu yang selayaknya dibawa seperti sebuah trofi untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari wartawan lain.

Predikat kompeten justru membawa beban yang lebih besar.

Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, menyampaikan hal yang menurut saya penting untuk direnungkan.

Ia mengatakan, UKW tidak hanya menguji kemampuan teknis wartawan, tetapi juga melihat beberapa aspek yang menjadi bagian penting dari kompetensi seorang jurnalis, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.

Skill berbicara tentang kemampuan teknis. Menulis, mengolah informasi dan memahami tugas jurnalistik.

Sementara knowledge berkaitan dengan pengetahuan jurnalistik serta wawasan yang dibutuhkan sesuai dengan pekerjaan.

Dua hal itu mungkin relatif mudah terlihat dalam sebuah ujian.

Tetapi ada awareness. Ini yang menurut saya justru menjadi bagian penting dalam pekerjaan sehari-hari seorang wartawan. Kepekaan melihat sebuah peristiwa. Kemampuan menangkap mana yang memiliki nilai berita dan mana yang tidak.

“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” kata Nurcholis.

Wartawan memang tidak cukup hanya menjadi orang yang datang ke lokasi, mencatat, kemudian menulis.

Ada kemampuan membaca keadaan. Ada kepekaan melihat persoalan di balik sebuah peristiwa. Ada keberanian bertanya ketika informasi yang diterima belum jelas. Dan ada kehati-hatian ketika berhadapan dengan informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah banjir informasi seperti sekarang, kemampuan itu menjadi semakin penting.

Setiap hari masyarakat berhadapan dengan begitu banyak informasi. Sebagian benar, sebagian keliru.

Ada misinformasi yang muncul karena ketidaktahuan, ada pula disinformasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Semuanya bisa bergerak begitu cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Di tengah kondisi seperti itu, wartawan seharusnya menjadi salah satu pihak yang membantu publik memilah informasi, bukan justru ikut memperkeruh keadaan.

Di sinilah predikat kompeten menemukan maknanya.

Kompeten bukan berarti tidak pernah salah. Kompeten juga bukan berarti seorang wartawan kemudian berada pada posisi yang lebih tinggi daripada orang lain.

Kompeten berarti memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk menjalankan pekerjaan sesuai standar profesi, sekaligus terus belajar ketika menghadapi persoalan baru.

Nurcholis juga mengingatkan soal leadership. Wartawan dituntut mampu berkoordinasi dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Hal ini kadang luput dibicarakan. Padahal pekerjaan jurnalistik tidak selalu berdiri sendiri. Ada koordinasi, ada komunikasi, ada tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan.

Ketika sebuah berita sudah tayang, yang dipertaruhkan bukan hanya nama penulisnya, tetapi juga kredibilitas media dan kepercayaan publik.

Karena itu saya kira, selesai UKW bukan berarti selesai pula proses belajar.

Justru sebaliknya.

Ujian hanya berlangsung dua hari. Sementara pembuktian kompetensi berlangsung setiap hari, selama wartawan masih menjalankan profesinya.

Apa yang dilakukan ketika mendapat informasi yang belum jelas? Apa yang dilakukan ketika narasumber hanya memberikan informasi dari satu sisi? Apakah masih mau melakukan verifikasi ketika berita dituntut cepat? Apakah tetap berpegang pada fakta ketika ada tekanan untuk membuat berita sesuai kepentingan tertentu?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tidak ada di ruang ujian. Tetapi jawabannya akan terlihat di lapangan.

“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir, pembuktiannya adalah di lapangan,” ujar Nurcholis.

Kalimat tersebut mungkin sederhana, tetapi justru di situlah inti dari UKW.

Sebab setelah sertifikat diterima dan predikat kompeten disandang, tidak ada lagi penguji yang duduk di depan meja untuk menilai setiap pekerjaan.

Tidak ada lagi lembar penilaian yang harus diselesaikan. Yang tersisa adalah tanggung jawab pribadi seorang wartawan terhadap profesinya dan terhadap publik.

Maka, rasanya kurang tepat jika setelah UKW seseorang sibuk menunjukkan bahwa dirinya sudah kompeten.

Yang lebih penting adalah menunjukkan kompetensi itu melalui karya.

Melalui berita yang tidak asal cepat. Melalui informasi yang terverifikasi. Melalui keberanian menjaga independensi. Melalui kemampuan memahami persoalan secara utuh. Dan melalui kesediaan mengakui serta memperbaiki kesalahan ketika memang terjadi.

Sebab marwah profesi wartawan tidak dijaga oleh selembar sertifikat.

Ia dijaga oleh pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

UKW boleh selesai. Nilai boleh diumumkan. Predikat kompeten boleh disandang. Tetapi ujian yang sesungguhnya baru dimulai setelah semua itu selesai.

Dan ujian tersebut bernama: lapangan.(*)

Penulis adalah jurnalis aktif di Provinsi Jambi

Related Posts

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengikuti penandatanganan Lembar Komitmen Pemenuhan Mutu Konstruksi Jalan Tol bersama Kementerian PU di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Nasional

Hutama Karya dan Kementerian PU Teken Komitmen Jaga Mutu Konstruksi Jalan Tol

by Admin
31/10/2026
0

Lamanesia.com - PT Hutama Karya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat komitmen menjaga kualitas pembangunan infrastruktur jalan tol. Komitmen...

Read more
Festival Universitas Terbuka (UT) Jambi 2026 menghadirkan berbagai perlombaan, kompetisi kreativitas dan bazar UMKM yang mendapat dukungan Pemprov Jambi serta Pemkot Jambi.
Daerah

Pemprov dan Pemkot Jambi Apresiasi Festival UT 2026, Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda dan UMKM

by Admin
31/10/2026
0

Lamanesia.com – Festival Universitas Terbuka (UT) Jambi 2026 mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi serta Pemerintah Kota...

Read more
Ekonomi

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

by Admin
31/10/2026
0

Lamanesia.com - Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat global. Melalui Women20 (W20) USA International Summit...

Read more
Opini

Menjaga Api Sumpah Pemuda di Tengah Krisis Kepercayaan terhadap Pers

by Admin
31/10/2026
0

Oleh: rizal zebua Setiap kali peringatan Sumpah Pemuda tiba, kita kembali diingatkan pada ikrar yang menjadi tonggak persatuan bangsa, satu...

Read more
Opini

Puing Roket China Jatuh di Kalimantan: Bisakah Indonesia Menuntut Pertanggungjawaban Internasional?

by Admin
29/10/2026
0

Oleh: Dr. Mochammad Farisi, LL.M., Dosen Hukum Internasional Univ. Jambi Pada Oktober 2026, masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah,...

Read more
Next Post

Jelang HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Morowali Sambangi Purnawirawan dan Warakawuri

Paripurna Perubahan APBD 2026, DPRD Kota Jambi Dorong Tambahan Rp100 Juta untuk Tiap Kecamatan

Kemas Faried Soroti MoU Pengolahan Sampah Talang Gulo, Pemkot Jambi Diminta Tegas Jika PT Regen Wanprestasi

Harhubnas 2026, John Eka Powa: Transportasi Harus Hubungkan Harapan dan Kemajuan

Sekda Sudirman Pimpin Upacara Haornas dan HUT KONI Jambi, Ini Pesannya

Discussion about this post

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN