Lamanesia.com – Satresnarkoba Polresta Jambi kembali membongkar dugaan peredaran narkotika di Kota Jambi. Seorang pria berinisial ES (30) ditangkap setelah polisi menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba di kawasan Oyo Benteng Kost, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan 51 paket diduga sabu dan 10 butir pil ekstasi yang disimpan tersangka di sejumlah lokasi. Polisi juga mengamankan timbangan digital dan sejumlah perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.
Pengungkapan bermula ketika Tim 2 Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi melakukan penyelidikan di lokasi yang dicurigai menjadi tempat transaksi narkotika.
Pada Senin malam, petugas akhirnya mengamankan ES. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu plastik gula merek Rose Brand yang berisi dua paket kecil diduga sabu dan dua butir ekstasi berwarna krem dengan logo Casper.
Dari pemeriksaan awal, ES mengakui barang tersebut miliknya dan diperoleh dari seorang pria berinisial A yang kini masih dalam penyelidikan.
Tak berhenti di lokasi penangkapan, polisi kemudian mengembangkan pemeriksaan. ES mengaku masih menyimpan narkotika lainnya di dalam sebuah tas yang berada di mobilnya.
Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan kembali menemukan 49 paket diduga sabu serta delapan butir pil ekstasi.
Polisi selanjutnya bergerak ke rumah ES di kawasan Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru. Di sana, petugas menemukan satu unit timbangan digital yang diduga digunakan untuk menimbang narkotika.
Selain itu, polisi turut menyita plastik klip berbagai ukuran, sendok sabu yang terbuat dari sedotan, satu plastik gula, satu unit mobil dan satu unit handphone.
Hasil pemeriksaan urine juga menunjukkan ES positif mengandung Amfetamin dan Metamfetamin.
Saat ini ES telah diamankan di Mapolresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap pemasok narkotika yang disebut ES berinisial A serta kemungkinan keterlibatan jaringan lainnya. (*)













Discussion about this post