Lamanesia.com – Suasana Minggu pagi (31/5/2026) di Kota Bangko tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga memadati kawasan jalur dua Taman Bujang Upik untuk mengikuti pelaksanaan perdana Car Free Day (CFD) Kabupaten Merangin yang resmi dibuka oleh Bupati Merangin, M. Syukur.
Peresmian CFD ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya program yang digagas untuk menyediakan ruang publik sehat dan aman bagi masyarakat. Mulai pekan ini, kawasan jalur dua hingga jembatan layang akan disterilkan dari kendaraan bermotor setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak pagi, berbagai aktivitas olahraga memenuhi area CFD. Mulai dari senam massal, jogging, bersepeda, hingga komunitas sepatu roda turut meramaikan suasana. Jalan yang biasanya dipadati kendaraan bermotor berubah menjadi ruang terbuka yang nyaman bagi warga untuk berolahraga dan bersosialisasi.
Bupati Merangin M. Syukur mengatakan, program Car Free Day lahir dari kebutuhan masyarakat akan ruang olahraga yang aman dan representatif. Selama ini banyak warga yang berolahraga di pinggir jalan raya dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi.
“Ini kita jadikan akses untuk olahraga masyarakat. Minimal sekali seminggu mereka punya tempat olahraga dan tidak diganggu,” ujar M. Syukur.
Ia berharap keberadaan CFD dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan saat beraktivitas fisik.
“Harapan saya hanya memberi ruang kepada masyarakat supaya ini digunakan untuk olahraga agar mereka bisa hidup sehat. Tidak harus olahraga di lintas jalan raya yang berisiko,” tambahnya.
Selain menjadi ruang olahraga, CFD juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antarwarga. Menurut Bupati, Kota Bangko sebagai kota yang tidak terlalu besar memiliki potensi kuat untuk membangun kebersamaan melalui kegiatan seperti ini.
“Terbangun juga silaturahim. Merangin ini kan kecil, jadi masyarakatnya saling kenal dan bisa saling bertegur sapa di masa-masa olahraga,” katanya.
Tak hanya berdampak pada kesehatan dan sosial, Car Free Day juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tampak memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan aneka kuliner, produk pakaian olahraga, perlengkapan olahraga, hingga wahana permainan anak-anak.
Pemerintah Kabupaten Merangin bahkan memberikan ruang khusus bagi para pelaku usaha yang telah terdaftar sejak pagi untuk tetap berjualan hingga pukul 17.00 WIB. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan UMKM sekaligus menjadikan CFD sebagai pusat aktivitas masyarakat setiap akhir pekan.
Dengan konsep yang menggabungkan olahraga, rekreasi, silaturahmi, dan pemberdayaan ekonomi, Car Free Day Merangin diharapkan menjadi agenda rutin yang semakin diminati masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga Kabupaten Merangin. (Rdi)















Discussion about this post