Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Lamanesia
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sidebar
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Home Opini

Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong

by Admin
16/06/2026
in Opini
Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd Ketua Umum ISMI Perwakilan Provinsi Jambi. (DOk: Penulis)

Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd Ketua Umum ISMI Perwakilan Provinsi Jambi. (DOk: Penulis)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 371

Oleh: Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd
Ketua Umum ISMI Perwakilan Provinsi Jambi

Artikelterkait

No Content Available

Setiap pergantian tahun selalu menghadirkan ruang perenungan. Bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi juga momentum untuk menengok kembali perjalanan yang telah dilalui dan menata harapan untuk masa depan yang lebih baik. Bagi umat Islam, Tahun Baru Hijriah memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi penanda salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan peradaban manusia, yakni hijrah Rasulullah Muhammad SAW dari Kota Makkah menuju Madinah.

Pada tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali memasuki lembaran tahun yang baru. Pergantian tahun ini bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan Rasulullah SAW melalui peristiwa hijrah.

Hijrah bukanlah sekadar perpindahan tempat. Hijrah adalah transformasi peradaban. Hijrah adalah perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih berkeadilan, lebih damai, dan lebih bermartabat. Dari peristiwa hijrah itulah lahir masyarakat Madinah yang kemudian dikenal sebagai salah satu model masyarakat paling maju dan harmonis dalam sejarah dunia.

Madinah yang dibangun Rasulullah SAW bukanlah masyarakat yang seragam. Kota itu dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda. Ada kaum Muhajirin yang datang dari Makkah, kaum Anshar sebagai penduduk asli Madinah, komunitas Yahudi, serta berbagai kabilah lainnya yang hidup berdampingan dalam satu wilayah.

Di tengah keberagaman tersebut, Rasulullah SAW tidak memilih jalan konfrontasi, melainkan membangun fondasi persatuan melalui kesepakatan sosial yang dikenal dengan Piagam Madinah. Banyak ahli sejarah dan ilmu politik menyebut Piagam Madinah sebagai salah satu konstitusi tertulis pertama di dunia yang menjamin hak dan kewajiban seluruh warga masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun sukunya.

Piagam Madinah mengajarkan bahwa keberagaman bukanlah ancaman, melainkan kekuatan yang harus dikelola dengan bijaksana. Perbedaan tidak untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirajut menjadi energi bersama dalam membangun kehidupan yang damai dan berkeadilan.

*Nilai tersebut sesungguhnya sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:*

_”Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)_

Ayat ini mengandung pesan universal yang sangat relevan sepanjang zaman. Allah SWT tidak menghendaki manusia hidup dalam keseragaman. Sebaliknya, keberagaman merupakan bagian dari sunnatullah yang tidak dapat dihindari. Yang menjadi ukuran kemuliaan bukanlah suku, warna kulit, jabatan, kekayaan, ataupun kelompok sosial, melainkan ketakwaan dan kualitas amal perbuatan.

Karena itu, perbedaan bukan alasan untuk saling merendahkan. Perbedaan justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling melengkapi dalam membangun kehidupan bersama.

Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa daerah, budaya, dan berbagai agama sesungguhnya memiliki fondasi yang sangat dekat dengan semangat Madinah. Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar kehidupan bernegara melalui Pancasila yang menjunjung tinggi nilai persatuan dalam keberagaman.

Semangat Bhinneka Tunggal Ika yang kita kenal hari ini memiliki napas yang sama dengan nilai-nilai yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah. Keduanya mengajarkan bahwa keberagaman harus menjadi sumber kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Namun demikian, tantangan kehidupan modern semakin kompleks. Di era digital saat ini, arus informasi bergerak begitu cepat. Media sosial menghadirkan berbagai kemudahan, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai tantangan. Tidak sedikit informasi yang belum jelas kebenarannya menyebar dengan cepat dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Fenomena hoaks, ujaran kebencian, fitnah, serta polarisasi sosial menjadi ancaman nyata bagi persatuan bangsa. Perbedaan pandangan politik, agama, maupun kelompok sosial sering kali diperbesar sehingga melahirkan sikap saling curiga dan saling menyalahkan.

Dalam situasi seperti ini, pesan hijrah menjadi semakin relevan. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah sikap. Hijrah dari prasangka menuju persaudaraan. Hijrah dari kebencian menuju kasih sayang. Hijrah dari egoisme menuju kepedulian sosial.

*Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah tentang pentingnya solidaritas sosial melalui sabdanya:*

” _Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)_

Hadis ini mengajarkan bahwa kehidupan sosial tidak boleh dibangun atas dasar individualisme. Setiap anggota masyarakat memiliki tanggung jawab moral terhadap sesama. Ketika ada saudara yang mengalami kesulitan, maka seluruh masyarakat harus hadir untuk membantu. Ketika ada kelompok yang tertinggal, maka kelompok yang lebih kuat berkewajiban memberikan dukungan.

Nilai inilah yang dalam budaya Indonesia dikenal sebagai gotong royong.

Gotong royong merupakan warisan luhur bangsa yang telah menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia sejak dahulu. Dari desa hingga kota, dari kegiatan sosial hingga pembangunan daerah, semangat gotong royong telah menjadi perekat kehidupan masyarakat.

Sayangnya, perkembangan zaman terkadang membuat nilai tersebut perlahan memudar. Pola hidup individualistik semakin meningkat. Hubungan sosial menjadi semakin longgar. Kesibukan dan kepentingan pribadi sering kali mengalahkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Padahal, berbagai persoalan bangsa saat ini tidak mungkin diselesaikan oleh satu kelompok saja. Kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pengangguran, hingga tantangan perkembangan teknologi membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

Momentum Tahun Baru Islam 1448 H hendaknya menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya terdapat tiga langkah sederhana yang dapat kita lakukan.

Pertama, memperkuat budaya tabayyun atau verifikasi informasi. Sebelum menyebarkan informasi, kita harus memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Dalam era digital, tabayyun bukan hanya ajaran agama, tetapi juga kebutuhan sosial untuk menjaga persatuan.

Kedua, memperluas kerja sama lintas kelompok, lintas organisasi, dan lintas komunitas. Persoalan masyarakat tidak mengenal batas agama maupun suku. Karena itu, solusi terbaik juga harus dibangun melalui kebersamaan.

Ketiga, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Perbedaan pandangan, budaya, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi sumber kreativitas, inovasi, dan energi pembangunan.

Tahun Baru Islam sejatinya bukan hanya perayaan pergantian kalender. Ia adalah panggilan untuk melakukan hijrah dalam arti yang lebih luas. Hijrah dari sikap apatis menjadi peduli. Hijrah dari permusuhan menuju persaudaraan. Hijrah dari perpecahan menuju persatuan. Hijrah dari ketidakpedulian menuju gotong royong.

Sebagaimana Rasulullah SAW berhasil membangun masyarakat Madinah yang damai di tengah keberagaman, kita pun memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia sebagai rumah bersama bagi seluruh anak bangsa.

Mari kita sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan semangat baru, hati yang lebih lapang, dan tekad yang lebih kuat untuk mempererat persaudaraan. Sebab bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari perbedaan, melainkan bangsa yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan.

Semoga tahun 1448 Hijriah menjadi momentum hijrah kolektif bagi kita semua menuju masyarakat yang lebih toleran, lebih peduli, lebih bergotong royong, dan lebih berkeadaban.

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Mari berhijrah bersama, membangun persatuan, merawat keberagaman, dan menebarkan kebaikan untuk Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.Referensi

1. Al-Qur’anul Karim, QS. Al-Hujurat Ayat 13.

2. Al-Qur’anul Karim, QS. Ali Imran Ayat 103.

3. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim tentang persaudaraan dan solidaritas umat.

4. Ibn Hisyam. Sirah Nabawiyah.

5. Muhammad Hamidullah. The First Written Constitution in the World: The Charter of Medina.

6. Quraish Shihab. Membumikan Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

7. Nurcholish Madjid. Islam, Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.

8. Yudi Latif. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas dan Aktualisasi Pancasila. Jakarta: Gramedia.

9. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

10. Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa Indonesia.

Tags: #tahunbaruislam

Related Posts

No Content Available
Next Post
Gubernur Jambi Al Haris bersama Ketua LAM Provinsi Jambi Hasan Basri Agus menghadiri puncak peringatan Hari Adat Melayu Jambi 2026 di Balairung Sari, Gedung LAM Provinsi Jambi, Selasa (16/6/2026). (Dok: Rudi)

Hari Adat Melayu Jambi 2026: Al Haris Ajak Jaga Jati Diri, HBA Serukan Generasi Muda Kembali ke Akar Budaya

Tim Rescue Basarnas Jambi bersiap diberangkatkan menuju lokasi kejadian tenggelamnya seorang bocah berusia 7 tahun di Sungai Batanghari, Desa Teluk Jambu, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (16/6/2026). (Dok: Humas Basarnas Jambi)

Bocah 7 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Batanghari di Muaro Jambi, Basarnas Kerahkan Tim Rescue

Perwakilan Indosat Ooredoo Hutchison, Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI berkolaborasi menghadirkan program pemberdayaan kreator berbasis AI dan teknologi digital. (Dok: Indosat Ooredoo Hutchison)

Indosat, Adobe dan Kemenekraf Bersinergi, Buka Peluang Ekonomi Kreatif Berbasis AI bagi Generasi Muda Indonesia

Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menurunkan koper dan barang bawaan jemaah haji di Asrama Haji Antara Jambi. (DOk: Rudi)

Kemenhaj Jambi Larang Petugas Banting Koper Jemaah, Wahyudi: Itu Oleh-Oleh untuk Anak Cucu

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, merayakan gol saat menghadapi Senegal pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey. (Dok: X/FifaWorldCup)

Mbappe Menggila! Prancis Tekuk Senegal 3-1 dan Langsung Puncaki Grup I Piala Dunia 2026

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

Media sosial

No Result
View All Result