Lamanesia.com – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program cetak sawah baru. Program strategis ini ditujukan untuk meningkatkan luas lahan tanam padi sekaligus mendukung kemandirian pangan di Provinsi Jambi.
Pada tahun berjalan, Dinas TPHP menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 2.500 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten. Namun hingga akhir tahun, realisasi program tersebut baru mencapai sekitar 1.500 hektare. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pelaksanaan program secara maksimal.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi, Rumusdar, mengatakan bahwa sebagian kegiatan cetak sawah belum dapat diselesaikan sesuai rencana akibat masuknya musim hujan dan banjir di sejumlah wilayah.
“Rencana kemarin ada 2.500 hektare, baru bisa terlaksana sekitar 1.500 hektare. Yang 1.500 ini ada yang kena akhir, jadi tidak jadi dan disambung ke tahun 2026. Dengan kata lain, belum bisa seperti yang kita harapkan karena sekarang musim hujan dan musim banjir,” ujarnya kepada RRI, Kamis (22/1/2026).
Selain faktor alam, kendala lain yang dihadapi adalah persoalan kesiapan lokasi dan adanya penolakan dari sebagian masyarakat. Menurut Rumusdar, tidak semua lokasi yang diusulkan memenuhi kriteria teknis, bahkan di beberapa titik terjadi penolakan dari petani maupun warga setempat.
“Kendala masalah lokasi, lokasinya kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada penolakan-penolakan dari petani, ada penolakan dari masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan bahwa program cetak sawah baru tetap menjadi prioritas daerah dan akan dilanjutkan pada tahun 2026. Dinas TPHP juga memastikan pendampingan teknis terus diberikan kepada petani agar lahan yang telah dicetak dapat segera ditanami dan produktif.
Dengan keberlanjutan program ini, Pemprov Jambi optimistis target peningkatan luas lahan tanam padi dapat tercapai secara bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan. (mat)








Discussion about this post