Lamanesia.com – Kabar membanggakan datang dari sektor perkebunan Provinsi Jambi. Sebanyak 20 ton kopi Fine Robusta asal Kabupaten Kerinci resmi diberangkatkan menuju pasar Tiongkok, Sabtu (23/5/2026).
Kopi berkualitas ekspor tersebut merupakan hasil produksi petani yang tergabung dalam Koperasi Agro Forestry Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci.
Pelepasan ekspor dihadiri Gubernur Jambi yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, Bupati Kerinci Monadi, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jambi, Perhutanan Sosial, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ariansyah menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Wilayah Jambi yang dinilai aktif melakukan pembinaan terhadap petani kopi di Kerinci.
Menurutnya, pendampingan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi lokal hingga mampu bersaing di pasar internasional.
“Kita mengapresiasi Bank Indonesia Wilayah Jambi yang sudah membina para petani meningkatkan produktivitas dan kualitas yang dihasilkan,” ujarnya.
Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa kopi Fine Robusta asal Kerinci memiliki kualitas dan daya saing tinggi di pasar global. Selain kualitas produk yang terus meningkat, kolaborasi antara petani, pemerintah dan lembaga pendamping juga menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor kopi di daerah tersebut.
Meski demikian, proses pengiriman ekspor saat ini masih dilakukan melalui Pelabuhan Belawan di Kota Medan, Sumatera Utara. Pemerintah berharap ke depan ekspor komoditas unggulan asal Jambi dapat dilakukan langsung melalui pelabuhan di Provinsi Jambi.
“Kedepannya kita harapkan mereka melakukan ekspor lewat pelabuhan Jambi sehingga dapat menambah PAD,” tambah Ariansyah.
Ekspor 20 ton kopi Fine Robusta ini sekaligus menjadi angin segar bagi para petani kopi di Kerinci yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas di Provinsi Jambi.
Dengan keberhasilan menembus pasar Tiongkok, kopi Kerinci diharapkan semakin dikenal dunia dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui nilai jual produk yang lebih tinggi. (Rdi)











Discussion about this post