Lamanesia.com – Kinerja ekspor Provinsi Jambi pada Maret 2026 mengalami tekanan cukup serius. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor daerah itu turun signifikan sebesar 21,61 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengungkapkan nilai ekspor Jambi pada Maret 2026 hanya mencapai US$122,14 juta. Angka tersebut menurun tajam dibanding Februari 2026 yang tercatat sebesar US$155,82 juta.
Menurut Aidil Adha, melemahnya sejumlah komoditas unggulan menjadi faktor utama penyebab turunnya nilai ekspor daerah. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan ekspor antara lain pinang, kopi, teh dan rempah-rempah, minyak nabati, karet dan olahannya, kayu lapis, minyak dan gas bumi, hingga batu bara.
“Penyebab utama turunnya nilai ekspor Provinsi Jambi bulan Maret 2026 adalah menurunnya ekspor pada sejumlah komoditas unggulan daerah,” ujarnya.
Secara kumulatif, total ekspor Provinsi Jambi hingga Maret 2026 tercatat sebesar US$430,88 juta. Nilai tersebut turun 24,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Meski mengalami penurunan, sektor industri masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Jambi dengan kontribusi mencapai 51,85 persen. Sektor pertambangan menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 43,51 persen, sementara sektor pertanian menyumbang 4,64 persen.
Di sektor industri, komoditas minyak nabati menjadi andalan utama dengan kontribusi sebesar 21,12 persen terhadap total ekspor daerah. Sementara pada sektor pertambangan, minyak dan gas bumi mendominasi dengan kontribusi mencapai 42,66 persen. Sedangkan dari sektor pertanian, komoditas pinang tercatat menyumbang 2,96 persen.
BPS juga mencatat lima negara tujuan ekspor terbesar Provinsi Jambi selama Maret 2026 yakni Singapura, Jepang, Amerika Serikat, India, dan Tiongkok.
Kondisi ini menunjukkan sektor industri masih menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri Jambi. Namun, fluktuasi harga dan permintaan komoditas unggulan global tetap menjadi tantangan besar yang memengaruhi performa ekspor daerah. (Rdi)













Discussion about this post