Lamanesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Provinsi Jambi pada Juni 2026 mencapai 3,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,48. Kenaikan harga emas sepanjang tahun menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi di daerah tersebut.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan selain emas, kenaikan harga cabai merah dan bahan bakar kendaraan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap meningkatnya inflasi.
“Seperti biasa, penyebab utamanya adalah emas. Harga emas tahun ini memang lebih tinggi sehingga mendorong inflasi. Selain itu juga ada cabai merah dan bahan bakar kendaraan,” ujar Aidil Adha saat menyampaikan rilis resmi BPS, Selasa (1/7).
Aidil menjelaskan, fenomena inflasi tidak hanya terjadi di Provinsi Jambi, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dari 38 provinsi, Jambi menempati urutan ke-18 berdasarkan besaran inflasi tahunan.
Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m), Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,52 persen. Kenaikan harga bahan bakar kendaraan menjadi penyumbang utama inflasi pada Juni 2026.
“Provinsi Jambi mengalami inflasi month to month sebesar 0,52 persen. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga bahan bakar kendaraan yang memberikan andil terhadap inflasi bulan ini,” jelasnya.
BPS mencatat inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 6,65 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,60 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,33 persen, serta transportasi sebesar 3,93 persen.
Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan yakni perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,93 persen, pendidikan 2,67 persen, perlengkapan rumah tangga 1,02 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,86 persen, serta kesehatan 0,84 persen.
Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks dengan deflasi sebesar 4,06 persen.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Bungo mencatat inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Jambi sebesar 4,72 persen dengan IHK 113,83. Sementara Kota Jambi menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 3,60 persen dengan IHK 111,49.
Adapun inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) Provinsi Jambi hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,79 persen, menunjukkan tekanan harga masih berlanjut meski tetap berada dalam tren yang terkendali. (Rdi)













Discussion about this post