Lamanesia.com – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Jambi menunjukkan tren yang menggembirakan pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor daerah ini melonjak signifikan hingga 68,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengungkapkan nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada April 2026 mencapai US$205,55 juta. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar US$122,14 juta.
Kenaikan ekspor ini menjadi indikator positif bahwa aktivitas perdagangan internasional Jambi terus mengalami perbaikan dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan April 2026 mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Jambi yang semakin membaik,” ujar Aidil Adha saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data BPS, lima negara tujuan utama ekspor Jambi pada April 2026 masih didominasi oleh Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan India. Negara-negara tersebut menjadi pasar penting bagi berbagai komoditas unggulan yang diproduksi di Provinsi Jambi.
Dari sisi struktur ekspor kumulatif hingga April 2026, sektor industri menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 51,99 persen. Sementara sektor pertambangan menyumbang 43,08 persen dan sektor pertanian sebesar 4,93 persen.
Dominasi sektor industri menunjukkan semakin besarnya peran produk hasil pengolahan dalam mendukung perdagangan luar negeri Jambi. Di sisi lain, sektor pertambangan tetap menjadi salah satu penopang utama ekspor daerah.
Tidak hanya ekspor, aktivitas impor Provinsi Jambi juga mengalami lonjakan signifikan. Pada April 2026, nilai impor tercatat mencapai US$17,29 juta atau meningkat 194,41 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar US$5,87 juta.
Menurut Aidil, peningkatan impor tersebut merupakan cerminan meningkatnya kebutuhan bahan baku, mesin, dan berbagai peralatan penunjang produksi yang digunakan oleh pelaku usaha di Jambi.
“Peningkatan impor perlu dilihat sebagai bagian dari kebutuhan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas produksi dan mendukung aktivitas ekonomi yang sedang berkembang,” jelasnya.
Malaysia, Italia, Jepang, Tiongkok, dan Perancis menjadi lima negara pemasok terbesar barang impor ke Provinsi Jambi selama April 2026.
Berdasarkan kelompok komoditas, mesin dan alat angkutan mendominasi impor dengan kontribusi mencapai 70,20 persen dari total impor. Sementara komoditas hasil industri lainnya menyumbang 19,80 persen dan bahan kimia sebesar 7,35 persen.
Tingginya impor mesin dan alat angkutan dinilai sebagai sinyal positif karena menunjukkan adanya investasi dan penguatan kapasitas produksi di berbagai sektor usaha. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas industri serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, perkembangan ekspor dan impor pada April 2026 menunjukkan aktivitas perdagangan internasional Provinsi Jambi terus bergerak positif. Lonjakan ekspor menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sementara peningkatan impor mencerminkan semakin tingginya aktivitas investasi dan pengembangan usaha yang berlangsung di berbagai sektor. (pin)















Discussion about this post