Lamanesia.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi musik, musik daerah Jambi kini menghadapi tantangan besar untuk tetap eksis dan diminati generasi milenial hingga Gen Z. Perubahan pola konsumsi musik melalui platform digital mendorong para musisi daerah untuk beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas utama.
Musisi senior Raden Irwansyah (Opa Bob) menegaskan bahwa kunci agar musik daerah tetap relevan adalah keberanian untuk berinovasi dalam aransemen, tanpa menghilangkan esensi tradisional yang melekat pada karya tersebut.
“Kita tidak bisa menutup diri dari era digital. Musik daerah bisa dipadukan dengan aransemen modern, asalkan inti, notasi dasar, dan esensi budayanya tetap terjaga. Jangan sampai karena ingin modern, identitas tradisinya justru hilang,” ujarnya.
Sementara itu, penyanyi Sarah Syarif menilai bahwa platform digital memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan musik daerah. Menurutnya, kolaborasi antara musisi lokal dan teknologi rekaman modern dapat menghasilkan karya yang lebih segar, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya Jambi.
Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk festival seni dan lembaga penyiaran publik, dapat memperkuat eksistensi musik daerah agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tanah kelahirannya sendiri.
Inovasi kreatif yang berpadu dengan pelestarian budaya dinilai menjadi kunci utama agar musik daerah Jambi mampu bersaing di era digital, sekaligus tetap memikat hati pendengar lintas generasi. (pin)








Discussion about this post