Lamanesia.com – Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 28 November 2025, tercatat 12 desa di enam kecamatan mengalami dampak signifikan dengan total 659 jiwa atau 271 kepala keluarga terdampak langsung.
Kepala BPBD Kerinci, Dedi Andrizal, menyampaikan bahwa bencana tersebar di berbagai titik dan telah menimbulkan kerusakan cukup serius. Selain mengancam keselamatan warga, banjir dan longsor juga menyebabkan kerugian materil.
BPBD mencatat satu rumah mengalami kerusakan sedang, tiga rumah rusak ringan, serta 228 rumah dan fasilitas umum terendam banjir akibat tingginya curah hujan.
“Banjir terparah berada di Kecamatan Depati Tujuh, tepatnya di Desa Lubuk Suli,” ujar Dedi, Senin (1/12/2025).
Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan penanganan darurat, termasuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Bupati Kerinci telah turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak parah guna memonitor penyaluran bantuan serta memastikan keamanan warga.
“Bantuan sembako sudah disalurkan, dan kami terus melakukan evaluasi untuk memastikan keselamatan warga,” tambah Dedi.
BPBD Kerinci juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Rdi)













Discussion about this post