Lamanesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi Provinsi Jambi pada Desember 2025 terhadap November 2025 (month to month/m-to-m) sebesar 0,62 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Desember 2025 terhadap Desember 2024 tercatat 3,71 persen, sekaligus menjadi inflasi tahun kalender 2025 dengan angka yang sama.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi Desember 2025 secara m-to-m berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, dengan andil inflasi mencapai 0,48 persen.
“Komoditas utama yang mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, buncis, jeruk, cabai hijau, dan bawang putih,” ujar Agus Sudibyo. Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa secara y-on-y, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 2,04 persen. Selanjutnya diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,73 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,34 persen.
Agus Sudibyo menambahkan, capaian inflasi Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 sebesar 3,71 persen tersebut berada di atas target inflasi pemerintah yang ditetapkan sebesar 2,5 persen ±1 persen.
“Jika mengacu pada target nasional maksimal 3,5 persen, maka inflasi Provinsi Jambi telah melampaui target nasional. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga sejumlah komoditas, seperti cabai merah, emas perhiasan, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit, yang mengalami peningkatan cukup tinggi dibandingkan tahun 2024,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan wilayah penghitungan inflasi, BPS Provinsi Jambi mencatat inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 5,52 persen, disusul Kabupaten Muaro Bungo sebesar 4,72 persen. Adapun inflasi terendah tercatat di Kota Jambi dengan angka 3,03 persen.
BPS menilai dinamika harga pangan masih menjadi faktor utama pembentuk inflasi di daerah, sehingga pengendalian pasokan dan stabilitas harga komoditas strategis menjadi kunci dalam menjaga inflasi ke depan. (rdi)













Discussion about this post