Lamanesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai impor Jambi pada November 2025 mengalami penurunan tajam. Secara bulanan, impor tercatat turun sebesar 62,27 persen dibandingkan Oktober 2025, dari sebelumnya US$18,19 juta menjadi hanya US$6,86 juta.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa meskipun terjadi penurunan signifikan pada November, struktur impor Jambi sepanjang Januari hingga November 2025 masih didominasi oleh kelompok mesin dan alat angkutan.
“Hingga bulan November 2025, kelompok komoditas mesin dan alat angkutan memiliki kontribusi terbesar terhadap total impor di Jambi, yakni sebesar 48,62 persen,” ujar Agus.
Selain mesin dan alat angkutan, kelompok hasil industri dan komoditas lainnya menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 41,97 persen. Sementara itu, kelompok bahan kimia dan sejenisnya memberikan sumbangan sebesar 7,90 persen terhadap total impor Provinsi Jambi.
Dari sisi negara asal, transaksi impor Jambi selama periode tersebut didominasi oleh lima negara utama, yakni Cina, Singapura, Prancis, Finlandia, dan Australia. Negara-negara tersebut menjadi mitra dagang terbesar dalam aktivitas impor Jambi sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, berdasarkan pintu masuk barang, impor Jambi paling banyak melalui Pelabuhan Kuala Tungkal dengan kontribusi mencapai 80,40 persen. Selanjutnya disusul Pelabuhan Muara Sabak sebesar 14,29 persen dan Pelabuhan Talang Duku sebesar 5,32 persen.
BPS menilai fluktuasi impor ini dipengaruhi oleh dinamika kebutuhan industri serta aktivitas perdagangan daerah. Ke depan, perkembangan impor akan terus dipantau sebagai salah satu indikator pergerakan ekonomi Provinsi Jambi. (Rdi)













Discussion about this post