Lamanesia.com – Langkah besar diambil PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi dalam mendorong ekspor komoditas unggulan daerah. Melalui kerja sama strategis dengan PT Cassia Co-Op, kayu manis asal Kerinci kini diproyeksikan semakin kompetitif menembus pasar internasional.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada optimalisasi layanan logistik melalui Pelabuhan Talang Duku sebagai pintu utama distribusi ekspor. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 22 April 2026 di Kantor Pelindo Regional 2.
General Manager Pelindo Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny, menegaskan bahwa sinergi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Menurutnya, efisiensi logistik menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan ekspor.
“Kerja sama ini akan memperkuat ekosistem ekspor di Jambi. Kami ingin memastikan komoditas seperti kayu manis mampu bersaing, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan distribusi,” ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pemanfaatan fasilitas pelabuhan hingga peningkatan layanan logistik terintegrasi. Dengan dukungan tersebut, arus distribusi diharapkan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Founder Cassia Co-Op, Patrick Barthelemy, menyebut kemitraan ini membuka peluang besar untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat branding kayu manis Kerinci di kancah internasional. Komoditas ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang terus meningkat di berbagai negara.
Melalui kerja sama ini, ekspor kayu manis ditargetkan mencapai 1.000 hingga 1.500 ton sepanjang 2026 dengan tujuan utama Amerika, Eropa, dan Asia. Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap peningkatan kinerja ekspor sekaligus kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan peran strategis Pelindo sebagai operator pelabuhan, Pelabuhan Talang Duku diharapkan semakin kokoh sebagai hub ekspor unggulan Jambi, sekaligus mendorong nilai tambah sektor perkebunan di wilayah Kerinci. (Rdi)













Discussion about this post