Lamanesia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Muaro Jambi. Meski dalam tiga bulan terakhir tidak ditemukan kasus baru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi munculnya titik api, terutama saat memasuki musim cuaca kering.
Berdasarkan data BPBD Muaro Jambi, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat tiga kejadian karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah. Berkat respons cepat petugas, seluruh kebakaran berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Dua kejadian kebakaran tercatat terjadi di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), termasuk satu titik yang berada di sekitar kawasan Kampus UIN Jambi. Sementara satu kejadian lainnya terjadi di Kecamatan Sekernan. Total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 1,7 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan hasil indikasi awal menunjukkan sebagian besar kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas manusia di sekitar lokasi kejadian.
“Dari indikasi awal yang kami temukan, penyebab kebakaran mengarah pada faktor human error atau kelalaian manusia. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari setiap kejadian,” ujarnya.
Meski hingga periode April hingga Juni 2026 belum ditemukan kasus karhutla baru, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang berpotensi semakin kering dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya kebakaran lahan, terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut dan vegetasi mudah terbakar.
Menurut Anari, langkah pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka karhutla di daerah tersebut. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perkebunan maupun lahan terbuka.
“Kami tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar karhutla tidak kembali terjadi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Saat ini BPBD Muaro Jambi terus melakukan patroli rutin, pemantauan wilayah rawan kebakaran, serta sosialisasi kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dini mengingat sebagian besar kasus karhutla dapat dicegah melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kewaspadaan bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Muaro Jambi diharapkan dapat terhindar dari bencana karhutla yang selama ini menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. (mat)











Discussion about this post