Lamanesia.com – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi menunjuk kepengurusan sementara atau kareteker untuk memimpin Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jambi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan organisasi setelah ketua Pengprov TI Jambi periode sebelumnya dinonaktifkan.
Penunjukan tersebut ditandai dengan penyerahan tembusan Surat Keputusan (SK) Kareteker Pengprov TI Jambi kepada Ketua KONI Provinsi Jambi, Sanusi. Penyerahan dilakukan langsung oleh Hendri Juanda, S.H., yang juga dipercaya PBTI untuk mengemban amanah sebagai Ketua Kareteker Pengprov TI Jambi.
Kegiatan berlangsung di Kantor KONI Provinsi Jambi dan disaksikan oleh jajaran pengurus serta pihak terkait. Penyerahan SK ini menjadi langkah awal dalam proses pembenahan organisasi sekaligus memastikan roda pembinaan atlet taekwondo di Jambi tetap berjalan dengan baik.
Sebagai Ketua Kareteker, Hendri Juanda memiliki tugas penting untuk menata kembali struktur organisasi, mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov), serta menjaga kesinambungan program pembinaan atlet di seluruh daerah.
Ketua KONI Provinsi Jambi, Sanusi, menyambut baik keputusan PBTI tersebut. Ia berharap kepengurusan sementara yang telah ditunjuk dapat segera menyatukan seluruh elemen taekwondo di Jambi dan mempercepat proses pembentukan kepengurusan definitif.
“KONI berharap TI Jambi segera solid kembali, pembinaan atlet berjalan maksimal, dan musyawarah pemilihan pengurus definitif segera dilakukan agar organisasi lebih cepat tertata. Kami yakin TI Jambi bisa kembali mengharumkan nama daerah di kejuaraan provinsi maupun nasional,” ujar Sanusi.
Penunjukan kareteker ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi. Dengan organisasi yang lebih tertata dan pembinaan yang berkelanjutan, para atlet diharapkan dapat kembali menunjukkan prestasi terbaik dan mengharumkan nama Jambi di berbagai ajang kompetisi, baik tingkat regional maupun nasional.
Langkah cepat yang diambil PBTI juga menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga harus tetap berjalan meski organisasi tengah menghadapi dinamika internal. Fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas organisasi dan memastikan pembinaan atlet tidak terganggu. (pin)













Discussion about this post