Lamanesia.com – Masyarakat Provinsi Jambi, khususnya di wilayah Kerinci dan sekitarnya, belakangan ini dihebohkan dengan fenomena langka berupa penurunan drastis muka air Danau Kerinci. Surutnya danau yang menjadi sumber kehidupan warga itu memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, mengungkapkan bahwa penurunan air Danau Kerinci terjadi seiring dengan uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dilakukan oleh PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).
“Jadi tadi kebetulan bersamaan, ada rapat pembahasan uji coba pengaliran Danau Kerinci untuk PLTA PT KMH,” ujar Joni kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, uji coba pengaliran air tersebut telah berlangsung sejak 1 hingga 16 Januari 2026. Berdasarkan penjelasan dari pihak PT KMH, dari tiga pintu air yang tersedia, hanya satu pintu yang dibuka dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter guna menggerakkan turbin selama 16 hari.
“Rupanya informasi yang kami dapatkan, selama 16 hari itu mengakibatkan terjadinya penurunan air Danau Kerinci,” katanya.
Menanggapi dampak yang dirasakan masyarakat akibat surutnya air danau, Joni menyebutkan bahwa PT KMH telah berkomitmen untuk melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak, terutama daerah yang mengalami kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian sawah.
“Mereka akan mendata daerah yang terdampak kekurangan air, termasuk menyiapkan tandon-tandon air. Karena ini masih uji coba, tentu dampak-dampak tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum operasional permanen,” jelasnya.
Terkait perizinan, Joni menegaskan bahwa uji coba tersebut telah mendapatkan izin langsung dari pemerintah pusat melalui sistem perizinan online. Pihak BWS Sumatera VI Jambi sendiri diundang oleh pemerintah pusat untuk membahas pelaksanaan uji coba tersebut.
“Izinnya langsung ke pusat. Kami diundang oleh pusat untuk membahas uji coba pengaliran, hanya saja baru sekarang bisa dilakukan diskusi karena menyesuaikan jadwal,” ungkapnya.
Selain faktor uji coba PLTA, Joni juga tidak menampik bahwa kondisi cuaca turut berpengaruh terhadap penurunan muka air Danau Kerinci. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Kerinci dilaporkan mengalami cuaca panas berkepanjangan tanpa curah hujan.
“Mungkin karena faktor cuaca juga. Beberapa pekan ini tidak turun hujan, sehingga kondisi tersebut ikut mempengaruhi penurunan muka air danau,” pungkasnya. (mat)








Discussion about this post