Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Opini

Iduladha dan Kesadaran Ekologis: Pemanfaatan Eco Enzyme untuk Sanitasi Lingkungan Kurban Berkelanjutan

by Admin
24/05/2026
in Opini
Bayu Kurniawan, S.Si., M.Sc. (Dok: redaksi)

Bayu Kurniawan, S.Si., M.Sc. (Dok: redaksi)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 1,189

Oleh : Bayu Kurniawan, S.Si., M.Sc

Artikelterkait

No Content Available

Menjelang Hari Raya Iduladha, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah kurban mulai meningkat. Tidak hanya fokus pada pembagian daging yang menggunakan tempat dari anyaman bambu (besek bambu) sebagai pengganti plastik. Sejumlah warga dan komunitas lingkungan kini mulai memanfaatkan eco enzyme sebagai solusi alami untuk mengurangi bau dan limbah organik lainnya selama proses penyembelihan hewan kurban.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik. Formulasi pembuatan eco enzyme menggunakan gula merah/molase, kulit buah/sayuran dan air dengan rasio 1 : 3 : 10 yang difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Cairan ini dikenal memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih alami, pengurai limbah organik, hingga pengurang bau tidak sedap.

Pada momen Hari Raya Iduladha, penggunaan eco enzyme dinilai cukup relevan. Limbah seperti darah, sisa pencucian jeroan, maupun bau dari lokasi penyembelihan sering menjadi keluhan masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat. Dengan menyemprotkan atau mencampurkan eco enzyme ke saluran air dan area penyembelihan, bau menyengat dapat dikurangi secara alami tanpa bahan kimia berlebihan.

Selain itu, pemanfaatan eco enzyme juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga. Kulit buah yang biasanya terbuang dapat diolah menjadi cairan multifungsi yang bermanfaat bagi lingkungan dan memiliki nilai ekonomis. Buah dan sayuran yang terbuang masih mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti kabohidrat, serat, vitamin, gula sederhana, asam fenolik, flavonoid, polifenol, antioksidan, dan enzim. Tingginya kandungan senyawa metabolit sekunder pada limbah buah dan sayuran berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk turunan ramah lingkungan, seperti eco enzyme, sehingga dapat mengurangi timbulan sampah organik secara berkelanjutan. Konsep ini sejalan dengan semangat Iduladha yang tidak hanya berbagi kepada sesama manusia, tetapi juga menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar ujar Bayu Kurniawan (Dosen Biologi FST UIN STS Jambi).

Beberapa penelitian dari jurnal bereputasi menyebutkan bahwa eco enzyme mengandung asam organik, enzim aktif, serta mikroorganisme hasil fermentasi yang berpotensi membantu proses penguraian limbah organik dan menghambat pertumbuhan patogen tertentu. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Maveni et al., 2020 menyebutkan bahwa eco enzyme dari limbah kulit nanas terbukti memiliki sifat anti mikroba dan anti inflamasi karena memiliki senyawa polifenol dan flavonoid. Hasil ini juga diperkuat oleh penelitian Das et al., 2024 menyebutkan bahwa eco emzyme yang baik adalah memiliki pH dibawah 4. Hasil fermentasi limbah kulit nanas memiliki pH 3,6, kulit jeruk memiliki pH 3,1 dan kulit pisang memiliki pH 3,9.

Meski demikian, perlu diingat bahwa penggunaan eco enzyme tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan standar sanitasi utama dalam pengolahan limbah agar memiliki nilai maanfaat.

Di berbagai daerah, gerakan kurban ramah lingkungan juga mulai digaungkan, termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai diganti dengan besek bambu (anyaman bambu) dalam pembagian daging kurban. Selain itu, langkah kecil seperti penggunaan eco enzyme juga dinilai mampu menjadi bagian dari budaya kurban yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi lingkungan.

Dengan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah dan berbagi, tetapi juga kesempatan untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan melalui inovasi sederhana seperti eco enzyme.

Takaran untuk membersihkan bau tak sedap setelah penyembelihan hewan kurban yaitu 1 liter eco enzyme : 10 liter air (untuk penyemprotan area penyembelihan dan saluran limbah), 1 liter eco enzyme : 20 liter air (untuk ngepel lantai).

*Penulis adalah Dosen Biologi FST UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Tags: #EcoEnzyme#IduladhaRamahLingkungan#KurbanBerkelanjutan

Related Posts

No Content Available
Next Post
Tim gabungan Polda Jambi, Bareskrim Polri, Puslabfor dan PT PLN melakukan investigasi di lokasi Tower SUTET 275 kV Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi, Minggu (24/5/2026). (Dok: Alpin)

Polda Jambi dan Bareskrim Polri Selidiki Blackout Massal Sumatera, Tower SUTET di Mestong Jadi Fokus Investigasi

Klasemen akhir Liga Inggris: Arsenal juara, West Ham degradasi. (Dok: X/premierleague)

Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026, Manchester City Tersalip dan Tottenham Selamat dari Degradasi

Erling Haaland usai cetak gol. (Dok: IG Mancity)

Erling Haaland Sabet Sepatu Emas Liga Inggris 2025/2026, Torehkan Hattrick Gelar Top Skor

Tim BASARNAS bersama unsur Potensi SAR mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Batanghari, Desa Teriti, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. (Dok: Rahmat)

Hari Kedua Pencarian, Tim BASARNAS Temukan Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Tebo

Ilustrasi kendaraan dinas. (Dok: Redaksi)

Pemkab Muaro Jambi Stop Sewa Mobil Dinas 2026, Fokus Efisiensi dan Optimalisasi Aset Daerah

Discussion about this post

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN