Lamanesia.com – Polda Jambi bersama tim gabungan dari Bareskrim Polri, Puslabfor Polri dan PT PLN turun langsung melakukan investigasi terkait peristiwa blackout atau pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Penyelidikan dilakukan pada Minggu (24/5/2026) sejak pukul 07.30 WIB di lokasi Tower 175 dan 176 jalur transmisi SUTET 275 kV di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Lokasi tersebut menjadi titik penting dalam penelusuran penyebab gangguan sistem kelistrikan Sumatera.
Tim investigasi dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni bersama jajaran. Dari Polda Jambi turut hadir Dirreskrimsus Kombes Pol. Taufik Nurmandia dan Kasubdit Tipidter AKBP Hadi Hamdoko beserta personel lainnya.
Selain itu, tim dari Puslabfor Polri yakni Henry Siahaan dan Jamal Rijaludin juga diterjunkan guna melakukan pemeriksaan teknis dan forensik di lokasi. Sementara pihak PT PLN diwakili Manager Pembina Pemeliharaan Wilayah Jambi Abdul Rahman.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menjelaskan, investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab utama gangguan sistem transmisi yang menyebabkan padamnya listrik secara luas di berbagai provinsi di Sumatera.
“Pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi yang diduga dipicu cuaca buruk, sehingga sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” ujarnya.
Gangguan tersebut memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik hingga menyebabkan trip berantai pada sejumlah pembangkit listrik. Akibatnya, terjadi blackout massal di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga sebagian Sumatera Selatan.
Saat ini, PLN disebut telah melakukan isolasi gangguan dan pemulihan bertahap sistem kelistrikan. Fokus investigasi awal diarahkan pada jalur transmisi di wilayah Muaro Bungo yang menjadi salah satu tulang punggung interkoneksi listrik Sumatera.
“Dugaan sementara gangguan dipengaruhi faktor cuaca yang mengakibatkan terputusnya kabel transmisi secara tiba-tiba atau force majeure,” tambah Erlan.
Polda Jambi menegaskan investigasi akan dilakukan secara profesional bersama seluruh pihak terkait guna memastikan penyebab pasti blackout besar yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat di berbagai daerah Sumatera tersebut. (pin)













Discussion about this post