Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Lamanesia
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sidebar
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Home Opini

Menakar Efektivitas Pendidikan Jambi Jangan Menunggu Satu Dekade

by Admin
10/12/2025
in Opini
Dr. Noviardi. (Dok: Istimewa)

Dr. Noviardi. (Dok: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 466

Lamanesia.com  – Dunia berjalan dengan cepat, tak ada yang bisa menunggu, tak terkecuali dunia pendidikan. Dalam ranah akademis lazim postulat yang mengemukakan bahwa evaluasi program pendidikan idealnya dilakukan dalam rentang waktu menengah hingga panjang, yakni dua hingga sepuluh tahun.

Artikelterkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bersama APH dan Pemerintah Daerah Kota Jambi Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi

Tak Hanya di Kota, XLSMART Perkuat Sinyal Smartfren hingga Daerah Terpencil di Jambi

Media Update di Jambi: Smartfren Perkuat Jaringan 4G dan 5G, Siap Jadi Jagoan Sinyal di Seluruh Indonesia

Premis tersebut secara metodologis dan kebijakan memiliki sejumlah keterbatasan yang penting untuk dikritisi—terutama dalam konteks daerah seperti Provinsi Jambi yang membutuhkan laju reformasi pendidikan yang adaptif dan responsif.

Mengasumsikan bahwa semua program pendidikan memerlukan horizon waktu panjang berarti mengabaikan kenyataan bahwa indikator jangka pendek memiliki nilai strategis yang sangat signifikan bagi pengambil kebijakan daerah.

Literatur empiris lima tahun terakhir menunjukkan bahwa berbagai intervensi pendidikan dapat menghasilkan perubahan yang terukur dalam jangka pendek 6–12 bulan. Kraft dan Falken (2019) menemukan bahwa teacher coaching mampu meningkatkan kemampuan pedagogis dan capaian belajar secara signifikan dalam waktu kurang dari satu tahun ajaran.

Bagi Jambi, yang sedang berupaya memperbaiki kompetensi guru serta mendorong efektivitas penggunaan APBD pendidikan, temuan ini sangat krusial. Jika pemerintah daerah menunggu hasil jangka menengah atau panjang, maka peluang untuk melakukan koreksi kebijakan akan terbuang, padahal dinamika fiskal dan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di Jambi menuntut evaluasi yang jauh lebih cepat.

Penekanan artikel pada Randomized Controlled Trials (RCT) sebagai standar emas evaluasi juga perlu ditempatkan secara proporsional. Hannan et al. (2021) menunjukkan bahwa RCT di pendidikan sering menghadapi tantangan implementation variability, terutama di wilayah dengan ketimpangan kualitas guru, fasilitas, dan orientasi manajemen sekolah. Kondisi ini sangat relevan bagi Jambi, yang masih menghadapi ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan seperti Kota Jambi dan wilayah terpencil seperti Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, dan Merangin.

Dalam struktur ketimpangan seperti ini, hasil RCT cenderung memiliki external validity yang rendah, sehingga tidak dapat menjadi dasar tunggal perumusan kebijakan. Jambi membutuhkan pendekatan mixed-methods impact evaluation yang memungkinkan pemahaman lebih kaya tentang proses implementasi, konteks sosial sekolah, dan dinamika lokal yang mempengaruhi keberhasilan program.

Klaim artikel bahwa model pembelajaran modern seperti Project-Based Learning (PjBL) atau STEAM akan menghasilkan dampak jangka panjang yang positif juga perlu diuji secara kritis. Studi Yuliati et al. (2022) menunjukkan bahwa keberhasilan PjBL sangat bergantung pada kapasitas guru dan dukungan infrastruktur. Pada banyak sekolah di Jambi, terutama di kabupaten, sarana seperti laboratorium, internet stabil, dan pelatihan berkelanjutan masih sangat terbatas. Tanpa kesiapan tersebut, penerapan model pembelajaran ideal malah berpotensi mendalamkan jurang ketimpangan antar sekolah, alih-alih memperbaiki kualitas pembelajaran.

Dalam konteks tersebut, implikasi kebijakan bagi Jambi sangat jelas. Pertama, pemerintah daerah harus mengadopsi kerangka evaluasi hibrida, yang menggabungkan indikator jangka pendek dan jangka panjang secara seimbang. Indikator jangka pendek memberikan feedback cepat tentang efektivitas program dan efisiensi anggaran, sementara analisis jangka panjang diperlukan untuk memahami dampak struktural. Kedua, pemerintah Jambi perlu mengadopsi pendekatan evaluasi berbasis konteks. Tanpa memahami perbedaan ekosistem pembelajaran antar kabupaten/kota, kebijakan cenderung homogen dan tidak menjawab kebutuhan masing-masing daerah.

Ketiga, peningkatan kompetensi guru harus menjadi fokus utama evaluasi berbasis bukti. Kualitas guru terbukti sebagai faktor penentu efektivitas intervensi pendidikan (Darling-Hammond et al., 2021), dan bagi Jambi penguatan ekosistem pelatihan guru berbasis data jangka pendek akan memberikan daya ungkit yang besar terhadap kualitas hasil belajar. Keempat, reformasi pendidikan Jambi harus bergerak dari pola kebijakan berbasis asumsi menuju kebijakan berbasis bukti berlapis—memadukan data kuantitatif, penilaian proses implementasi, dan analisis kualitatif terhadap konteks sosial pendidikan.

Dengan demikian, efektivitas pendidikan memang tidak dapat menunggu satu dekade. Menunda evaluasi hingga horizon jangka panjang bukan hanya tidak sejalan dengan kebutuhan praktis daerah, tetapi juga berisiko memelihara ketidakmerataan kualitas pendidikan yang selama ini menjadi tantangan utama Jambi. Pendidikan yang efektif membutuhkan kebijakan yang cepat, adaptif, dan berbasis pada bukti multipendekatan, bukan pada asumsi metodologis tunggal yang tidak sesuai dengan realitas daerah.

Daftar Referensi
Burns, T., & Köster, F. (2020). Education in the digital age: Healthy and happy children. OECD Publishing.

Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2021). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 25(2), 97–140.

Hannan, H., McCarthy, T., & O’Connor, M. (2021). Rethinking randomized control trials in education: Methodological limitations and opportunities for improvement. Journal of Educational Methodology, 12(3), 155–170.

Kraft, M. A., & Falken, G. (2019). A review of the teacher coaching literature: Evidence of its effectiveness and recommendations for scaling up. Educational Research Review, 27, 111–125.

Mertens, D. M., & Wilson, A. T. (2020). Program evaluation theory and practice (2nd ed.). Guilford Press.

Yuliati, L., Hidayat, S., & Ramli, M. (2022). Challenges in implementing project-based learning in Indonesian secondary schools: A mixed-methods exploration. International Journal of Instruction, 15(4), 45–62.

Tags: #jambi#pendidikan

Related Posts

Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bersama APH dan Pemerintah Daerah Kota Jambi Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi

by Admin
21/07/2026
0

Lamanesia.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Aparat Penegak Hukum (APH) terus memperkuat pengawasan penyaluran Bahan...

Read more
Ekonomi

Tak Hanya di Kota, XLSMART Perkuat Sinyal Smartfren hingga Daerah Terpencil di Jambi

by Admin
11/07/2026
0

Lamanesia.com - XLSMART terus mempercepat penguatan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Jambi pascamerger Smartfren dan XL Axiata menjadi satu entitas, PT...

Read more
Group Head Marketing Segmen Smartfren XLSMART Astiyanto Tri Muktiwibowo bersama jajaran manajemen saat Media Update Smartfren Fun Run 2026 di Yello Hotel Jambi.
Ekonomi

Media Update di Jambi: Smartfren Perkuat Jaringan 4G dan 5G, Siap Jadi Jagoan Sinyal di Seluruh Indonesia

by Admin
11/07/2026
0

Lamanesia.com - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui brand Smartfren terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan internet yang cepat, stabil, dan...

Read more
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono.
Daerah

BMKG Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Perubahan Iklim, Kolaborasi Jadi Kunci Ketahanan Daerah

by Admin
05/07/2026
0

Lamanesia.com - Dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan di berbagai wilayah mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak seluruh...

Read more
Jemaah haji asal Kabupaten Kerinci, Iskandar Ahmad (74), mendapat penanganan medis setibanya di Jambi dan langsung dirujuk ke RS Arafah setelah mengalami stroke saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Daerah

Jemaah Haji Asal Kerinci Alami Stroke Saat di Tanah Suci, Setiba di Jambi Langsung Dirujuk ke RS Arafah

by Admin
05/07/2026
0

Lamanesia.com - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kerinci, Iskandar Ahmad (74), yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 22, langsung...

Read more
Next Post
Foto bersama M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, Chandra Fireta dan Edi Santoso, selaku Direktur JNE (tengah) dan Mitra Lembaga Kemasyarakatan (dari kiri) Rumah Zakat, Bulan Sabit Merah Indonesia (BMSI), DT Peduli Aceh, Yatim Mandiri Sumut, Silangit, DT Peduli Sumut di wilayah Medan, serta DT Peduli Sumbar di wilayah Padang dalam 'Bergerak Bersama Peduli Bencana' Pelepasan Distribusi Bantuan Lebih dari 500 Ton di Sales Counter Tomang 9, Jakarta Barat, pada Rabu, 10 Desember 2025.

JNE Distribusikan Lebih Dari 500 Ton Bantuan dari #TemanJNE Untuk Korban Bencana Sumatera

Tim CSR PT Sinar Sentosa Primatama menyerahkan bantuan tanggap darurat untuk korban bencana di wilayah Sumatra. Jambi, Rabu (10/12/2025). (Dok: Rudi)

Sinsen Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra, Karyawan Ikut Galang Donasi Peduli Sesama

Brigjen Pol Irman Sugema bersama Tim Lemdiklat Polri disambut Kepala Perwakilan Ombudsman Jambi Saiful Roswandi dalam kunjungan evaluasi kualitas pendidikan dan layanan kepolisian di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi. (Dok: Alpin)

Ombudsman Jambi Terima Kunjungan Tim Lemdiklat Polri, Bahas Evaluasi Kualitas Pendidikan dan Layanan Kepolisian

Petugas Satresnarkoba Polresta Jambi menunjukkan barang bukti ganja lebih dari 4 kilogram yang disita dari seorang pemuda berinisial JMN, usai penangkapan di Talang Bakung, Jambi Selatan. (Dok: Alpin)

Bawa Lebih dari 4 Kilogram Ganja, Remaja 20 Tahun Ditangkap Satresnarkoba di Talang Bakung

Gubernur Jambi Al Haris bersama Forkopimda melepas keberangkatan 23 armada bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, di Posko Bencana Provinsi Jambi, Kamis (11/12/2025). (Dok: Rahmat)

Gubernur Al Haris Lepas Bantuan Kemanusiaan Jambi Senilai Rp4,5 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

Media sosial

No Result
View All Result