Lamanesia.com – Suasana penuh keakraban, semangat, dan nostalgia mewarnai laga internal yang digelar klub sepak bola Urang Awak Legend Jambi di Lapangan Pertamina, Kenali Asam, Kota Jambi, Jumat sore (9/5/2026).
Meski hanya bertajuk fun soccer dan silaturahmi, pertandingan berlangsung seru dan penuh gengsi. Trofeo tersebut mempertemukan dua tim internal Urawa Legend, yakni Urawa Merah dan Urawa Putih, serta tim tamu Binhar Rantau yang diperkuat pemain asal Kerinci yang berdomisili di Kota Jambi.
Ajang ini menjadi perhatian pecinta sepak bola lokal karena diikuti sejumlah mantan pemain dan legenda sepak bola Jambi yang masih menunjukkan kemampuan impresif meski sebagian besar telah berusia di atas 40 tahun.
Tim Binhar Rantau berada di bawah asuhan Harun Sohar, sementara Urawa Merah ditangani Coach Sofriadi dan Urawa Putih dilatih Wenzirman.
Ketua Urawa Legend Jambi, Hadiyandra mengatakan laga internal sengaja digelar untuk mengakomodir tingginya antusias anggota yang rutin mengikuti latihan bersama.
“Makanya sengaja kita gelar laga internal sesama Urawa, meski Binhar ikut bergabung. Ini hanya fun soccer saja, hasil pertandingan tidak menjadi ukuran,” ujar mantan Sekjen PSSI Pusat tersebut.
Menurutnya, kegiatan serupa akan lebih sering digelar sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota.
Sementara itu, Kapten Urawa Putih, Indra Martinus menilai sepak bola menjadi media terbaik menjaga silaturahmi antar sahabat lama dan sesama pemain.
“Menjaga hubungan silaturahmi itu sebuah kewajiban. Melalui sepak bola, Insya Allah hubungan silaturahmi ini akan terus terjaga,” katanya.
Dalam hasil akhir trofeo, Urawa Putih tampil sebagai juara setelah mencatat hasil sempurna tanpa kebobolan. Pada laga pertama, Urawa Merah mengalahkan Binhar Rantau dengan skor 2-1. Namun Binhar kembali kalah pada pertandingan kedua usai ditundukkan Urawa Putih 0-1.
Puncak pertandingan terjadi saat derby sesama Urawa, di mana Urawa Putih tampil dominan dan sukses menaklukkan Urawa Merah dengan skor meyakinkan 2-0.
Penampilan kiper Urawa Putih, Budiman turut mencuri perhatian setelah mampu menjaga gawangnya tetap clean sheet sepanjang turnamen.
Lebih dari sekadar pertandingan, trofeo tersebut menjadi momentum kebersamaan dan nostalgia para legenda sepak bola Jambi yang terus menjaga persaudaraan melalui olahraga. (pin)










Discussion about this post