Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Lamanesia
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sidebar
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Home Ekonomi

Petani Pare Muaro Jambi Menjerit, Harga Panen Anjlok Saat Biaya Produksi Melambung

by Admin
23/06/2026
in Ekonomi
Petani pare di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menunjukkan hasil panen mereka di tengah anjloknya harga jual komoditas hortikultura. (Dok: Rahmat)

Petani pare di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menunjukkan hasil panen mereka di tengah anjloknya harga jual komoditas hortikultura. (Dok: Rahmat)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 229

Lamanesia.com – Petani hortikultura di Kabupaten Muaro Jambi kembali dihadapkan pada situasi yang memprihatinkan. Di saat harga pupuk, bibit, dan berbagai kebutuhan produksi pertanian terus mengalami kenaikan, harga jual hasil panen justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Artikelterkait

No Content Available

Kondisi tersebut kini dirasakan para petani pare di Kecamatan Sekernan. Harga jual pare di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp4.500 per kilogram, turun dari sebelumnya yang masih berada di atas Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai jauh dari angka ideal untuk menutupi biaya produksi yang terus membengkak.

Akibat rendahnya harga jual, banyak petani terpaksa mengurangi penggunaan pupuk, obat-obatan pembasmi hama dan gulma, hingga perangsang pertumbuhan tanaman. Dampaknya, kualitas dan produktivitas hasil panen ikut menurun.

Salah seorang petani pare di Kecamatan Sekernan, Nurhadi, mengaku kondisi saat ini semakin menyulitkan petani untuk bertahan. Menurutnya, harga jual hasil panen tidak lagi mampu mengimbangi biaya operasional yang harus dikeluarkan selama masa tanam.

“Kalau harga pare hanya Rp4.500 per kilogram, kami sangat kesulitan. Untuk membeli pupuk, obat-obatan, dan kebutuhan perawatan tanaman saja sudah tidak mencukupi. Padahal harga normal di tingkat petani minimal sekitar Rp7.000 per kilogram agar biaya operasional bisa tertutup dan petani masih punya modal untuk menanam kembali,” ujarnya.

Tak hanya harga panen yang merosot, petani juga harus menghadapi lonjakan harga sarana produksi yang cukup tajam. Harga pupuk urea kemasan 50 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp375 ribu kini naik menjadi Rp650 ribu. Sementara pupuk NPK dengan kemasan yang sama meningkat dari Rp670 ribu menjadi Rp910 ribu.

Kenaikan harga juga terjadi pada kebutuhan lainnya. Plastik mulsa ukuran 100 meter yang sebelumnya dibeli sekitar Rp600 ribu kini mencapai Rp900 ribu. Sedangkan harga bibit pare kemasan 250 gram naik dari Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu.

Menurut Nurhadi, jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya langkah konkret dari pemerintah, banyak petani yang terancam mengurangi bahkan menghentikan usaha budidaya karena keterbatasan modal.

“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi petani saat ini. Harga kebutuhan pertanian terus naik, sementara harga hasil panen justru turun. Kalau tidak ada perhatian dan solusi, petani akan semakin sulit untuk bertahan dan menanam lagi pada musim berikutnya,” katanya.

Para petani berharap adanya kebijakan yang dapat membantu menstabilkan harga hasil pertanian serta meringankan beban biaya produksi. Dengan demikian, sektor hortikultura yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan dapat terus bertahan dan berkembang. (mat)

Tags: #HargaPareAnjlok#PertanianJambi#PetaniMuaroJambi

Related Posts

No Content Available
Next Post
Kepala Kemenhaj Tanjab Timur H. Saipullah Rasyid bersama rombongan saat melakukan takziah ke rumah almarhum H. M. Ayub Dani Muhammad Bohir di Mendahara Ilir. (Dok:  Rudi)

Suasana Haru di Mendahara Ilir, Kemenhaj Tanjab Timur Takziah ke Rumah Jemaah Haji yang Wafat di Madinah

Wali Kota Jambi Maulana bersama Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Belinda Arunarwati Margono menandatangani Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja di Cibinong, Bogor. (Dok: Diskominfo Kota Jambi)

Perkuat Smart City dan Tata Kelola Data, Pemkot Jambi Gandeng BIG Bangun Sistem Geospasial Terintegrasi

Dishub Provinsi Jambi Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini melalui Bimtek SALUD 2026

Dr. Pahrudin HM, M.A. (Dok: Penulis)

Rasionalitas Kebijakan Agar MBG Bukan “Maling Berkedok Gizi”

PT Jasa Raharja bekerja sama dengan BNN Provinsi DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). (Dok: Humas Jasa Raharja)

Bersama BNN, Jasa Raharja Wujudkan Lingkungan Kerja Produktif dan Bebas Narkoba

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

Media sosial

No Result
View All Result