Lamanesia.com – Suasana duka dan haru menyelimuti kediaman almarhum H. M. Ayub M. Dani Muhammad Bohir (74), jemaah haji asal Kecamatan Mendahara Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang wafat saat menunaikan ibadah haji di Madinah, Arab Saudi.
Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada almarhum, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar takziah ke rumah duka pada Senin (22/6). Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenhaj Tanjab Timur, H. Saipullah Rasyid, didampingi Kepala KUA Kecamatan Mendahara, H. Jamaluddin.
Perjalanan menuju rumah duka tidaklah mudah. Rombongan harus menempuh jarak sekitar 45 kilometer dari pusat kabupaten dengan waktu perjalanan mencapai satu setengah jam. Namun hal tersebut tidak mengurangi niat untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami sangat berduka cita atas berpulangnya almarhum setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar H. Saipullah Rasyid mewakili Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab.
Kehadiran rombongan takziah disambut langsung oleh anak sulung almarhum, Leni Marlina, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Camat Mendahara Ulu. Dengan suara bergetar menahan kesedihan, ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan doa yang dipanjatkan untuk almarhum ayah kami. Kehadiran bapak-bapak sekalian menjadi penghibur sekaligus penguat bagi kami pihak keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Almarhum H. M. Ayub Dani meninggalkan seorang istri, empat orang anak yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, serta delapan cucu yang kini mengenang sosoknya sebagai kepala keluarga yang penuh kasih.
Berdasarkan informasi resmi, almarhum wafat pada 19 Juni 2026 pukul 16.20 waktu Arab Saudi di Madinah. Dokumen yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi Wilayah Madinah Al-Munawwarah menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia karena penyebab alami.
Setelah dinyatakan meninggal, proses penanganan jenazah dilakukan di Rumah Sakit King Fahd sebelum dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku bagi jemaah haji yang wafat di Tanah Suci. Seluruh proses pemakaman telah dilaksanakan dengan pendampingan pihak berwenang setempat.
Acara takziah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kepala KUA Kecamatan Mendahara. Doa dipanjatkan agar almarhum memperoleh ampunan, diterima seluruh amal ibadah hajinya, serta ditempatkan di surga terbaik sebagai haji yang mabrur.
Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Mendahara Ilir, dan sesama jemaah haji. Namun di balik kesedihan tersebut, terselip rasa syukur karena almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci setelah menunaikan salah satu rukun Islam yang menjadi impian umat Muslim. (Rdi)













Discussion about this post