Lamanesia.com – Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Provinsi Jambi. Jumlah jemaah haji asal Jambi yang meninggal dunia bertambah menjadi delapan orang setelah seorang jemaah asal Kabupaten Muaro Jambi wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros Batam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan jemaah yang meninggal dunia adalah H. Mujiman Harjo Prawiro (73), anggota Kloter BTH 20 asal Kabupaten Muaro Jambi. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (27/6/2026) pagi.
Wahyudi menyampaikan, pihaknya langsung mengurus seluruh proses administrasi dan persiapan pemulangan jenazah ke daerah asal.
“Kita hari ini mengurus seluruh proses persiapan pemulangannya,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Jambi.
Ia menambahkan, saat ini sudah tidak ada lagi jemaah asal Jambi yang menjalani perawatan di rumah sakit di Batam. Namun, masih terdapat satu orang jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah yang masih dirawat serta proses pemulangan jenazah berjalan dengan baik.
Di tengah kabar duka tersebut, suasana haru dan bahagia juga mewarnai Asrama Haji Jambi dengan tibanya 439 jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 23. Kloter ini terdiri dari jemaah asal Kota Sungai Penuh, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Merangin.
Setelah mengikuti prosesi serah terima di Asrama Haji Jambi, para jemaah langsung diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing untuk berkumpul kembali bersama keluarga.
Dengan kedatangan Kloter BTH 23, hingga kini sebanyak enam kloter jemaah haji asal Provinsi Jambi telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Provinsi Jambi masih akan berlanjut. Dua kelompok terbang terakhir, yakni Kloter BTH 24 dan Kloter BTH 25, dijadwalkan menyusul kembali ke Indonesia dalam beberapa hari mendatang.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji dapat berjalan lancar, sementara pelayanan terhadap jemaah yang masih menjalani perawatan maupun proses pemulangan jenazah tetap menjadi perhatian utama hingga seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 selesai. (Rdi)













Discussion about this post