Lamanesia.com – Suasana haru dan syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji Kloter BTH 19 Provinsi Jambi yang berasal dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Kerinci. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah tiba di Asrama Haji Jambi pada Senin malam (22/6/2026) sekitar pukul 22.10 WIB.
Kedatangan rombongan jemaah disambut oleh Pemerintah Provinsi Jambi yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Jambi, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab beserta jajaran.
Ketua Kloter BTH 19, H. Masadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 445 jemaah tercatat dalam manifest awal keberangkatan. Para jemaah masuk Asrama Haji Antara Jambi pada 11 Mei 2026 dan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 12 Mei 2026.
“Setelah melalui beberapa penyesuaian keberangkatan, total jemaah yang berangkat dan tiba di Tanah Suci berjumlah 443 orang,” ujar Masadi.
Namun, di tengah pelaksanaan ibadah haji, kabar duka menyelimuti Kloter BTH 19. Sebanyak tiga jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Jemaah pertama yang wafat adalah Almarhumah Khoirusni asal Kabupaten Kerinci. Ia meninggal dunia usai melaksanakan wukuf di Arafah saat perjalanan menuju Muzdalifah. Sehari kemudian, kabar duka kembali datang dari jemaah asal Kabupaten Merangin, Imam Suwarno, yang juga meninggal dunia di Tanah Suci.
Selanjutnya, sepuluh hari setelah pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), seorang jemaah asal Merangin lainnya, Jafri S. Alim, mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.
“Mudah-mudahan almarhum dan almarhumah diberi Allah peringkat syuhada karena mereka wafat dalam keadaan menjalankan ibadah haji,” ungkap Masadi.
Meski kehilangan tiga jemaah, Kloter BTH 19 juga menerima tambahan dua jemaah mutasi atau tanazul dari Kloter BTH 24 menjelang kepulangan dari Madinah. Dengan demikian, total jemaah yang kembali ke Indonesia bersama Kloter BTH 19 berjumlah 442 orang.
Masadi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, mulai dari tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) yang telah bekerja keras mendampingi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh petugas yang telah membantu dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses pelayanan berlangsung,” katanya.
Kepulangan Kloter BTH 19 menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual ratusan jemaah asal Merangin dan Kerinci yang telah menunaikan rukun Islam kelima. Suasana penuh haru terlihat saat para jemaah kembali bertemu keluarga setelah lebih dari satu bulan menjalani ibadah di Tanah Suci. (Rdi)













Discussion about this post