Lamanesia.com – Meski masih berada dalam masa kepengurusan caretaker, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jambi menunjukkan keseriusannya dalam menjaga ritme pembinaan atlet. Di bawah kepemimpinan Ketua Caretaker Hendri Juanda, berbagai langkah strategis mulai dijalankan guna memastikan organisasi tetap bergerak dan prestasi atlet terus berkembang.
Dalam sepekan terakhir, Hendri Juanda melakukan sejumlah agenda penting yang menandai dimulainya fase percepatan organisasi. Diawali dengan audiensi bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin untuk membangun sinergi dan dukungan terhadap pembinaan atlet taekwondo di Provinsi Jambi.
Tak hanya itu, Hendri juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Caretaker kepada Ketua KONI Provinsi Jambi, Sanusi. Penyerahan SK tersebut menjadi simbol dimulainya masa transisi yang berorientasi pada kerja nyata, bukan sekadar menjalankan roda organisasi secara administratif.
Langkah konsolidasi semakin diperkuat melalui rapat bersama seluruh ketua Taekwondo Indonesia kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi yang digelar di Sekretariat KONI Kota Jambi pada Rabu (24/6/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang dinilai sangat menentukan masa depan organisasi.
Senior Taekwondo Jambi, Jimi Martin, mengungkapkan bahwa percepatan pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) menjadi agenda utama. Menurutnya, kehadiran kepengurusan definitif sangat diperlukan agar berbagai program pembinaan dapat berjalan lebih optimal.
“Musprovlub harus segera terlaksana agar organisasi memiliki kepemimpinan yang definitif dan mampu mengambil kebijakan strategis untuk kemajuan taekwondo di Jambi,” ujarnya.
Selain Musprovlub, rapat juga membahas penjadwalan ulang ujian kenaikan sabuk yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Ujian tersebut dinilai sebagai sarana untuk menjaga motivasi atlet sekaligus mengukur perkembangan kemampuan mereka.
Agenda lainnya adalah persiapan penyelenggaraan kejuaraan taekwondo yang akan menjadi wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring bibit-bibit baru yang potensial.
Jimi menegaskan bahwa masa transisi tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembinaan atlet.
“Pembinaan atlet harus terus berjalan meski kepengurusan sedang transit. Kalau berhenti, yang rugi atlet dan masa depan Taekwondo Jambi,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh langkah yang dilakukan caretaker saat ini merupakan sinyal bahwa Taekwondo Jambi tidak ingin terjebak dalam kondisi stagnan. Sebaliknya, organisasi berupaya memanfaatkan masa transisi untuk memperkuat fondasi pembinaan, meningkatkan aktivitas organisasi, serta mempersiapkan atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional.
Dengan Musprovlub yang segera digelar, ujian kenaikan sabuk yang kembali dijadwalkan, serta kejuaraan yang tengah dipersiapkan, Taekwondo Jambi optimistis dapat bangkit dan kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah.
“Masa transisi bukan ruang kosong. Ini adalah momentum membangun fondasi agar kebangkitan Taekwondo Jambi benar-benar terwujud,” tutup Jimi Martin. (pin)













Discussion about this post