Lamanesia.com – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi merespons cepat isu yang tengah menjadi perhatian publik terkait dugaan keterlibatan oknum dosen berinisial DK dalam peristiwa penggerebekan di Kota Jambi.
Rektor UIN STS Jambi, Kasful Anwar, menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, serta norma kelembagaan yang harus dijunjung tinggi.
“UIN STS Jambi menegaskan bahwa setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan,” tegasnya melalui siaran pers yang diterima. Sabtu, 2 Mei 2026.
Pihak kampus menyayangkan dan menyesalkan peristiwa yang menyeret nama institusi tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab, UIN STS Jambi langsung mengambil sejumlah langkah tegas guna menjaga marwah dan integritas akademik.
Langkah pertama yang dilakukan adalah menonaktifkan yang bersangkutan dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan serta memastikan kondusivitas lingkungan akademik.
Selain itu, rektor juga memastikan bahwa oknum dosen tersebut akan menjalani pemeriksaan etik secara menyeluruh. Proses ini bertujuan untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menentukan langkah sanksi lanjutan jika terbukti melanggar aturan.
Tak hanya itu, pihak kampus juga menghentikan sementara seluruh aktivitas yang bersangkutan, baik yang mewakili institusi di dalam maupun di luar kampus.
Aktivitas akademik seperti mengajar, pengabdian kepada masyarakat, hingga penelitian juga untuk sementara waktu dihentikan hingga proses pemeriksaan selesai.
“Atas nama pimpinan dan institusi, kami meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini,” lanjut Rektor.
UIN STS Jambi menegaskan bahwa tindakan personal oknum tidak mencerminkan nilai, budaya kerja, maupun komitmen institusi dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.
Saat ini, pihak kampus tengah melakukan penelusuran dan verifikasi internal guna memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan proporsional terkait peristiwa tersebut. (Rdi)













Discussion about this post