Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Opini

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Admin
16/04/2026
in Opini
Pakar Ekonomi Jambi, Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.

Pakar Ekonomi Jambi, Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 10,101

Oleh : Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. 

Artikelterkait

Forum Ekonomi Bisnis Jambi 2026, Sekda Ajak Perkuat Sinergi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Harga Emas hingga Cabai Merah Picu Inflasi Jambi 3,85 Persen pada Juni 2026, Bungo Tertinggi

DPRD Provinsi Jambi Dorong Penataan Belanja Pegawai, Perluas Ruang Fiskal untuk Percepat Pembangunan

Jambi sering diposisikan sebagai provinsi “tengah-tengah” di Sumatera tidak tertinggal Dalam peta ekonomi Sumatra, Jambi sering ditempatkan dalam ruang yang serba tanggung. Ia bukan provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar, tetapi juga bukan wilayah pinggiran yang sama sekali tak diperhitungkan.

Data menunjukkan kontribusi Jambi terhadap perekonomian Sumatra pada 2025 sebesar 6,66 persen, dengan pertumbuhan ekonomi 4,93 persen, sedikit di atas pertumbuhan Pulau Sumatra yang sebesar 4,81 persen.

Posisi ini penting dibaca secara jernih. Jambi memang belum menjadi lokomotif utama kawasan, tetapi juga jelas bukan gerbong mati. Persoalannya, selama ini Jambi lebih sering dipahami sebagai daerah penyangga, padahal di balik keterbatasannya tersimpan modal yang cukup kuat untuk naik kelas menjadi pemain strategis di Sumatra.

Harus diakui, dalam beberapa aspek Jambi memang masih tertinggal. Struktur ekonominya masih bertumpu kuat pada sektor primer. Pada 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 34,49 persen terhadap PDRB, sementara pertambangan dan penggalian berkontribusi 13,79 persen. Artinya, hampir separuh fondasi ekonomi Jambi masih bergantung pada eksploitasi sumber daya alam dan produksi primer.

Struktur seperti ini membuat Jambi rawan terhadap gejolak harga komoditas, perubahan permintaan pasar global, dan tekanan eksternal yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan dari dalam daerah. Ketika ekonomi terlalu bergantung pada komoditas, pertumbuhan memang bisa terlihat baik dalam jangka pendek, tetapi daya tahannya terhadap perubahan zaman sering kali rapuh.

Kerentanan itu terlihat dari dinamika ekspor Jambi. Pada Januari–Februari 2026, total ekspor Jambi tercatat sebesar US$308,74 juta, turun dari US$360,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan itu terutama dipengaruhi merosotnya ekspor bahan bakar mineral yang turun lebih dari 40 persen secara tahunan pada periode tersebut. Ini menunjukkan bahwa sebagian denyut ekonomi Jambi masih terlalu sensitif terhadap satu-dua komoditas andalan.

Ketika harga atau volume komoditas terguncang, dampaknya langsung terasa pada kinerja perdagangan. Di sinilah kritik utama terhadap ekonomi Jambi harus diletakkan: pertumbuhan ada, tetapi fondasinya belum cukup dalam; surplus ada, tetapi belum seluruhnya lahir dari struktur ekonomi yang matang.

Tetapi membaca Jambi hanya dari sisi kelemahannya adalah ketidakadilan analitis. Dalam beberapa hal penting, Jambi justru menunjukkan keunggulan yang patut diperhitungkan. Pertama, pertumbuhan ekonomi Jambi 4,93 persen pada 2025 lebih baik daripada rata-rata Sumatra yang 4,81 persen. Ini menandakan Jambi tidak sedang tertinggal dalam laju, meskipun belum dominan dalam ukuran.

Kedua, pertumbuhan sektor-sektor tertentu juga menunjukkan dinamika yang sehat. Sektor perdagangan tumbuh 7,76 persen, transportasi dan pergudangan 8,88 persen, informasi dan komunikasi 8,49 persen, dan jasa keuangan 8,77 persen. Ini penting, karena sebuah daerah tidak akan menjadi strategis hanya dengan mengandalkan sawit, tambang, atau karet. Ia harus menunjukkan gejala tumbuhnya sektor-sektor penghubung, distribusi, layanan, dan ekonomi modern. Dalam hal ini, Jambi sudah memperlihatkan tanda-tanda itu.

Keunggulan lain yang sangat penting adalah arah transformasi ekspor Jambi yang mulai berubah. Pada Januari–Februari 2026, ekspor industri pengolahan menyumbang 54,20 persen dari total ekspor Jambi, melampaui pertambangan yang sebesar 41,24 persen. Ini bukan sekadar statistik teknis, melainkan sinyal bahwa hilirisasi mulai menemukan bentuknya.

Memang proses ini belum mapan, tetapi ia menunjukkan bahwa Jambi tidak sepenuhnya terjebak dalam ekonomi mentah. Ada upaya bergerak dari sekadar penghasil bahan baku menuju daerah yang mulai menciptakan nilai tambah. Jika tren ini dijaga, maka Jambi tidak hanya akan dikenal sebagai pengirim hasil bumi, tetapi sebagai wilayah yang punya kapasitas mengolah, menghubungkan, dan memperdagangkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Selain itu, Jambi juga memiliki modal eksternal yang tidak kecil. Pada Januari–Februari 2026, neraca perdagangan Jambi masih mencatat surplus sekitar US$279,91 juta. Surplus ini menunjukkan bahwa daya saing perdagangan Jambi sesungguhnya masih cukup kuat. Benar, struktur ekspornya belum ideal, tetapi kemampuan menjaga surplus berarti Jambi masih memiliki tenaga ekonomi yang bisa dikembangkan. Dalam bahasa yang lebih lugas: Jambi tidak miskin peluang, Jambi hanya belum sepenuhnya memaksimalkan peluangnya. Dan perbedaan antara daerah yang mandek dan daerah yang melompat sering kali terletak justru pada kemampuan membaca momentum seperti ini.

Soal yang lebih serius justru berada di ranah kebijakan publik dan tata kelola fiskal. Data Statistik menunjukkan bahwa sampai 31 Januari 2026, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1.400,77 miliar, sedangkan belanja daerah baru Rp469,64 miliar, sehingga tercipta surplus Rp931,13 miliar dan SiLPA mencapai Rp1.098,87 miliar.

Angka ini menyimpan ironi yang telanjang. Di satu sisi, ada ruang fiskal. Di sisi lain, belanja pembangunan belum bergerak cukup cepat untuk mengubah angka menjadi kualitas hidup. Karena itu, masalah Jambi hari ini bukan semata kekurangan dana, melainkan keterbatasan dalam mengonversi kapasitas fiskal menjadi lompatan pembangunan.

Kritik ini menjadi semakin penting ketika dihubungkan dengan indikator kesejahteraan. IPM Jambi pada 2025 berada di angka 75,13, masuk kategori tinggi, tetapi analisis ALCo menyebut Jambi masih berada di bawah rata-rata nasional dan kesenjangannya cenderung persisten. Kemiskinan tercatat 6,89 persen, pengangguran terbuka 4,08 persen, dan kelemahan struktural utama terletak pada daya beli masyarakat serta rata-rata lama sekolah. Ini berarti bahwa pertumbuhan belum otomatis menjadi kesejahteraan yang merata.

Jambi tumbuh, tetapi belum seluruh rakyatnya benar-benar naik kelas. Dan sebuah provinsi tidak akan pernah sungguh-sungguh strategis bila pertumbuhan ekonominya tidak ditopang oleh manusia yang kuat, produktif, dan berdaya beli.

Namun justru dari kombinasi antara kekurangan dan kekuatan itulah asa Jambi menjadi masuk akal. Jambi punya letak geografis yang penting di tengah Sumatra. Ia tidak berada di ujung, melainkan di poros yang memungkinkan koneksi ke berbagai simpul ekonomi di Sumatra bagian tengah dan timur.

Karena itu, masa depan Jambi tidak boleh dibayangkan hanya sebagai daerah penghasil, tetapi sebagai daerah penghubung. Dalam konteks ini, potensi Jambi akan terbuka jauh lebih lebar apabila konektivitas Jalan Tol Trans-Sumatra benar-benar rampung dan terhubung secara efektif dengan pusat-pusat produksi, perdagangan, dan pelabuhan.

Ini memang sebuah analisis prospektif, tetapi sangat masuk akal: ketika biaya logistik turun, waktu tempuh menyusut, dan arus barang makin efisien, maka daerah yang berada di posisi strategis akan memperoleh keuntungan berlipat.

Jambi termasuk daerah yang sangat mungkin diuntungkan oleh skenario itu. Dengan pertumbuhan sektor perdagangan, transportasi, dan pergudangan yang sudah cukup tinggi, Jambi tampak memiliki bibit ekonomi konektivitas yang dapat berkembang lebih besar. Jika jalan tol dan jaringan logistik regional selesai, Jambi berpeluang berubah dari wilayah yang selama ini lebih banyak dilewati menjadi wilayah yang ikut mengendalikan arus distribusi Sumatra. Dari situlah peran strategis bisa lahir. Bukan hanya karena Jambi punya sumber daya, tetapi karena Jambi mampu menjadi simpul pertemuan antara produksi, distribusi, dan perdagangan. Dan itu jauh lebih bernilai daripada sekadar menjadi penghasil komoditas.

Karena itu, optimisme terhadap Jambi tidak boleh bersifat romantik, tetapi harus bersifat strategik. Hilirisasi harus dipercepat. Belanja publik harus dibuat lebih tajam, terutama untuk kesehatan, pendidikan, daya beli, dan penguatan ekonomi lokal. Analisis ALCo sendiri menegaskan perlunya rebalancing fiskal, karena belanja ekonomi yang dominan belum cukup efektif meningkatkan IPM dan kesejahteraan. Jambi membutuhkan bukan hanya pertumbuhan, tetapi keberanian mengubah orientasi pembangunan. Dari provinsi yang nyaman menjadi pemasok, menuju provinsi yang siap menjadi pengarah.

Pada akhirnya, Jambi memang belum menjadi raksasa ekonomi Sumatra. Tetapi ia memiliki cukup alasan untuk tidak terus-menerus diperlakukan sebagai daerah pinggiran dalam percaturan regional. Dalam beberapa hal Jambi masih tertinggal, itu benar. Namun dalam beberapa hal lain, Jambi juga unggul: pertumbuhannya relatif baik, surplus perdagangannya kuat, tanda-tanda hilirisasi mulai tumbuh, dan sektor-sektor konektivitasnya mulai bergerak.

Dengan dukungan konektivitas yang makin baik dan kebijakan yang lebih berani, Jambi bukan hanya punya harapan, melainkan punya peluang nyata untuk memainkan peran besar dalam ekonomi Sumatra. Asa itu ada. Tinggal, apakah kita cukup berani mengubahnya menjadi arah.

Penulis adalah Pakar Ekonomi Jambi

Tags: #ekonomiJambi#PembangunanDaerah#TransformasiEkonomi

Related Posts

Daerah

Forum Ekonomi Bisnis Jambi 2026, Sekda Ajak Perkuat Sinergi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

by Admin
23/07/2026
0

Lamanesia.com - Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal itu...

Read more
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menyampaikan rilis inflasi Juni 2026. (Dok: Rudi)
Ekonomi

Harga Emas hingga Cabai Merah Picu Inflasi Jambi 3,85 Persen pada Juni 2026, Bungo Tertinggi

by Admin
02/07/2026
0

Lamanesia.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Provinsi Jambi pada Juni 2026...

Read more
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. (Dok: Rudi)
Parlemen

DPRD Provinsi Jambi Dorong Penataan Belanja Pegawai, Perluas Ruang Fiskal untuk Percepat Pembangunan

by Admin
30/06/2026
0

Lamanesia.com  – DPRD Provinsi Jambi mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi segera menyusun langkah strategis untuk menata belanja pegawai secara bertahap....

Read more
Sejumlah konsumen melihat ponsel dipajang di salah satu toko ponsel di Kota Jambi. (Dok: Alpin)
Ekonomi

Dolar Naik, Harga Ponsel di Jambi Ikut Melonjak hingga Rp900 Ribu

by Admin
12/06/2026
0

Lamanesia.com - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang mencapai sekitar Rp18.200 mulai memberikan dampak terhadap harga...

Read more
Kepala Perwakilan Kemenkeu Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata. (Dok: Humas Kantor Wilayah Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jambi).
Ekonomi

Kinerja APBN Jambi Hingga April 2026 Tumbuh Positif, Dorong Pendidikan, UMKM, dan Ekonomi Daerah

by Admin
05/06/2026
0

Lamanesia.com - Kantor Wilayah Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jambi mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Jambi hingga...

Read more
Next Post
Hasil Loga Champion  Bayern Munchen vs Real Madrid (Dok: instagram @fcbayern)

Bayern Munchen Singkirkan Real Madrid, Lolos ke Semifinal Liga Champions

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar saat memimpin konferensi pers pengungkapan penangkapan DPO narkotika di Mapolda Jambi, Kamis (16/4/2026). (Dok: Alpin)

DPO Narkotika 58 Kg Dibekuk di Tanjab Barat, Polda Jambi Bongkar Pelarian Dramatis Alung

Caption Foto:
Region Head PTPN IV Regional IV Khayamuddin Panjaitan saat meninjau pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (tankos) di Kebun Ophir, Sumatera Barat. (Dok: PTPN IV Regional IV Jambi)

Kejar Produksi Berkelanjutan, PTPN IV Regional IV Terapkan Pengelolaan Sawit Ramah Lingkungan

Al Haris menerima kunjungan kerja Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dalam rangka memperkuat komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi ancaman El Nino, di Rumah Dinas Gubernur Jambi. (Dok: Rahmat)

Hadapi El Nino Ekstrem, Gubernur Al Haris dan APHI Perkuat Strategi Cegah Karhutla

Penampakan depan Kantor Gubernur Jambi. (Dok: Rahmat)

Pemprov Jambi Buka Lelang 5 Jabatan Eselon II, Kadis Pendidikan Hingga Direktur RSUD Raden Mattaher

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN