Lamanesia.com — Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Jambi sejak Jumat (12/12) sore hingga malam hari mengakibatkan banjir genangan di sejumlah wilayah perkotaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mencatat sedikitnya 70 Rukun Tetangga (RT) di 17 kelurahan dan enam kecamatan terdampak genangan air.
Selain menimbulkan kerugian material, peristiwa ini juga menelan korban jiwa. Seorang anak perempuan berusia empat tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus genangan air, sementara satu anak lainnya mengalami luka-luka dan kini dalam penanganan medis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menjelaskan banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama sehingga kapasitas sistem drainase tidak mampu menampung debit air.
“Curah hujan tinggi sejak sore hingga malam hari menyebabkan genangan di berbagai titik permukiman dan ruas jalan. BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan darurat di lapangan,” ujar Doni, Senin (15/12).
Banjir genangan tercatat melanda enam kecamatan, yakni Kota Baru, Jelutung, Telanaipura, Danau Sipin, Jambi Timur, dan Alam Barajo. Di Kecamatan Kota Baru, genangan berdampak pada sejumlah kelurahan, antara lain Kenali Asam, Paal Lima, Kenali Asam Bawah, Suka Karya, dan Simpang Tiga Sipin. Sementara itu, di Kecamatan Jelutung, tujuh kelurahan turut terdampak, di antaranya Handil Jaya, Jelutung, Payo Lebar, Kebun Handil, Lebak Bandung, Talang Jauh, dan Cempaka Putih.
Peristiwa paling tragis terjadi di Kecamatan Kota Baru. Dua anak dilaporkan terseret arus genangan saat bermain di sekitar lingkungan rumah. Satu anak berhasil diselamatkan, sedangkan satu anak lainnya ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (13/12) pagi.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas pendidikan juga terdampak banjir, di antaranya SD Negeri 08, SD Negeri 84, SD Negeri 98, dan SD Negeri 198 Kota Jambi.
Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI pada Sabtu (13/12), tinggi muka air Sungai Batanghari di Pos Duga Air Tanggo Rajo tercatat berada pada level 10,58 meter atau masih 3,29 meter di bawah batas elevasi Siaga III yang ditetapkan pada ketinggian 13,87 meter. Meski demikian, masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman, mengingat curah hujan tinggi masih melanda wilayah hulu di Sumatera Barat.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kota Jambi bersama BPBD, Basarnas Provinsi Jambi, Polresta Jambi, serta unsur masyarakat. Tim gabungan melakukan evakuasi warga terdampak, pencarian dan pertolongan korban, serta pembersihan lumpur di rumah warga dan fasilitas umum.
“Untuk kebutuhan darurat, kami menyiapkan peralatan keselamatan serta logistik bagi warga terdampak. Saat ini kondisi mulai membaik dan genangan berangsur surut,” kata Doni.
Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jambi. Berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Jambi untuk tetap waspada. Cuaca masih ekstrem dan berpotensi menimbulkan kejadian berbahaya,” tegas Maulana.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kesiapsiagaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Selain itu, peran aktif masyarakat dinilai sangat penting, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Wali Kota juga menginstruksikan camat, lurah, Forum RT, hingga ketua RT untuk kembali menggalakkan gotong royong membersihkan lingkungan, terutama saluran air dan selokan.
“Jika ada sumbatan sampah di selokan, segera dibersihkan agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan genangan atau luapan yang membahayakan,” ujarnya.
Secara khusus, Maulana mengingatkan para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat hujan deras.
“Pastikan anak-anak berada di dalam rumah dan tidak bermain di luar saat hujan. Arus air sangat berbahaya dan bisa menyeret siapa saja,” imbaunya. (mat)













Discussion about this post