Lamanesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi memastikan seluruh data masyarakat dan pelaku usaha yang dikumpulkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijamin aman serta tidak akan digunakan untuk kepentingan di luar statistik.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir saat menerima kedatangan petugas sensus ke rumah maupun tempat usaha. Menurutnya, seluruh petugas resmi telah dibekali identitas lengkap dan sistem pendataan digital yang terintegrasi.
“Kalau tidak memakai atribut resmi, tidak ada surat tugas, dan tidak menggunakan aplikasi sensus, jangan diterima,” tegas Aidil.
Ia menjelaskan, petugas sensus resmi akan mengenakan rompi, tanda pengenal, membawa surat tugas, serta menggunakan aplikasi khusus berbasis Android saat melakukan pendataan di lapangan.
Aidil menekankan bahwa seluruh informasi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat dan perkembangan dunia usaha di Provinsi Jambi.
“Tidak ada hubungannya dengan pajak ataupun kepentingan lain. Data by name by address tidak akan dibuka,” katanya.
Menurutnya, hasil sensus nantinya hanya akan dipublikasikan dalam bentuk data agregat atau data umum berdasarkan sektor usaha maupun wilayah tertentu, sehingga identitas pribadi masyarakat tetap terlindungi.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Jambi, Kuswan, mengatakan penggunaan aplikasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan proses pendataan berjalan aman, akurat, dan valid.
“Petugas resmi pasti menggunakan aplikasi khusus di handphone untuk melakukan pendataan. Kalau hanya membawa kertas tanpa aplikasi, itu perlu dicurigai,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS juga menggandeng pemerintah daerah, pengurus RT, hingga pengelola kawasan permukiman dan pusat perbelanjaan agar masyarakat mengetahui jadwal kedatangan petugas.
“Kami juga meminta bantuan RT untuk menyampaikan kepada warga bahwa akan ada petugas sensus yang datang,” tambah Kuswan.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pendataan lapangan dijadwalkan dimulai pertengahan Juni dengan melibatkan sekitar 3.467 petugas sensus yang tersebar di seluruh Provinsi Jambi.
Aidil menyebut sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini menjadi momentum penting untuk melihat perubahan struktur ekonomi masyarakat, termasuk perkembangan usaha berbasis digital dan e-commerce yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Sekarang banyak usaha yang tidak terlihat secara fisik karena bergerak secara online. Itu juga menjadi bagian penting yang akan kami data,” pungkasnya. (mat)













Discussion about this post