Lamanesia.com – Kabar menggembirakan datang bagi para petani di Provinsi Jambi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 mengalami kenaikan signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan NTP April 2026 tercatat sebesar 183,80 atau naik 3,04 persen dibandingkan Maret 2026. Kenaikan tersebut menjadi indikator positif meningkatnya kemampuan dan daya beli petani di wilayah perdesaan.
Menurut Aidil, NTP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Angka ini digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani serta kemampuan tukar hasil pertanian terhadap kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi.
“NTP juga menunjukkan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi yang harus dikeluarkan petani,” ujar Aidil Adha.
Ia menjelaskan, peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 3,10 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani hanya meningkat 0,06 persen.
“Artinya, pendapatan yang diterima petani meningkat lebih besar dibandingkan pengeluaran yang harus dibayar,” katanya.
Tak hanya secara bulanan, secara tahunan NTP Provinsi Jambi juga mengalami peningkatan cukup tinggi. Pada April 2026, NTP tercatat naik 9,36 persen dibandingkan periode yang sama pada April 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya tren perbaikan kesejahteraan petani di Provinsi Jambi dalam satu tahun terakhir, terutama di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan biaya produksi pertanian.
Selain NTP, BPS Provinsi Jambi juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami penurunan sebesar 0,08 persen pada April 2026. Penurunan ini terutama dipengaruhi turunnya kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,29 persen.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi juga menunjukkan tren positif. Pada April 2026, NTUP tercatat sebesar 188,80 atau naik 2,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan berbagai indikator tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di Provinsi Jambi yang masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. (mat)













Discussion about this post