Lamanesia.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, tarif bus antarprovinsi di Kota Jambi terpantau belum mengalami kenaikan. Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) memastikan harga tiket masih bertahan normal, seiring dengan jumlah penumpang yang belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Di PO Bus Laju Prima, tarif perjalanan rute Jambi–Jawa Barat masih dipatok sebesar Rp550 ribu per penumpang. Harga tersebut berlaku baik untuk keberangkatan dalam waktu dekat maupun setelah 20 Desember 2025.
“Untuk saat ini belum ada perubahan harga. Kami masih menunggu kebijakan dari pusat jika ada penyesuaian menjelang Nataru,” kata Alim, pengurus PO Laju Prima Jambi.
Ia menjelaskan, hingga pertengahan Desember, kondisi penumpang masih tergolong normal. Pemesanan tiket untuk keberangkatan setelah tanggal 20 Desember pun belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Kondisi serupa juga terjadi di PO Ramayana. Tarif tiket bus rute Jambi–Yogyakarta masih bertahan di angka Rp665 ribu per orang tanpa adanya informasi kenaikan harga.
“Untuk tanggal 22 Desember, jumlah penumpang masih sekitar belasan orang,” ujar petugas loket PO Ramayana.
Sementara itu, tarif bus tujuan Padang, Sumatera Barat, masih berada di kisaran Rp200 ribu per penumpang. Penjaga loket PO Jatra menyebutkan, kursi bus masih banyak yang kosong, bahkan hingga mendekati 24 Desember.
“Kondisinya masih sepi. Belum terlihat peningkatan berarti,” katanya.
Salah seorang sopir bus lintas Jawa, Yono, mengatakan lonjakan penumpang biasanya baru terasa setelah anak-anak sekolah memasuki masa libur. Menurutnya, tujuan utama penumpang dari Jambi saat musim liburan umumnya menuju Pulau Jawa untuk pulang ke kampung halaman.
“Kalau sudah mendekati Natal dan libur sekolah, barulah ramai. Tujuan utama dari Jambi biasanya ke Jawa untuk pulang ke rumah keluarga,” ujarnya.
Meski demikian, Yono mengakui sejak 15 Desember 2025 mulai terlihat peningkatan arus penumpang, meski belum signifikan. Di tengah kondisi tersebut, sebagian penumpang memilih berangkat lebih awal demi kenyamanan perjalanan.
Sepasang suami istri lanjut usia yang hendak menuju Yogyakarta mengaku sengaja berangkat sebelum puncak libur Nataru.
“Kami berangkat lebih cepat supaya lebih tenang dan bisa lebih lama bersama keluarga,” ujar salah satu penumpang.
Mereka menilai perjalanan sebelum puncak libur Nataru lebih nyaman dan memberi kesempatan menikmati suasana perjalanan darat menuju Pulau Jawa. (Rdi)










Discussion about this post