Lamanesia.com – Kepolisian Resor Morowali Utara memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Tinombala 2026 yang melibatkan ratusan personel gabungan.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Morowali Utara, Reza Khomeini, dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral yang digelar di Ruang Rapat Utama Polres Morut, Rabu (11/3/2026) dilansir dari redaksisulut.com.
Rakor tersebut turut dihadiri Bupati Morut Delis Julkarson Hehi, anggota DPRD Morut Arman Purnama Marunduh, unsur TNI, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Kapolres Morut menegaskan, pihaknya telah menyiagakan total 221 personel gabungan untuk mengamankan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Operasi ini melibatkan 221 personel gabungan terdiri dari 98 personel Polres Morut, 24 personel TNI, serta 99 personel dari instansi terkait lainnya,” ujar AKBP Reza.
Ia menjelaskan, Operasi Ketupat Tinombala 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama operasi berlangsung, aparat akan memperkuat pengamanan melalui enam posko yang tersebar di sejumlah titik strategis.
“Pengamanan diperkuat dengan pendirian satu Pos Pengamanan, tiga Pos Pelayanan, dan dua Pos Terpadu. Pos-pos ini akan memberikan layanan kepada masyarakat seperti informasi perjalanan, layanan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik,” jelasnya.
Selain pengaturan arus lalu lintas, polisi bersama instansi terkait juga akan meningkatkan pengamanan di lokasi dengan mobilitas tinggi, seperti pelabuhan penyeberangan, pusat perbelanjaan, tempat wisata, hingga lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri.
Kapolres menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menekankan pentingnya pengawasan harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran agar tetap stabil.
Ia juga meminta dinas terkait memastikan kelayakan transportasi darat maupun laut guna meminimalkan risiko kecelakaan saat arus mudik.
“Pemda juga menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi potensi bencana seperti longsor di jalur transportasi utama,” ujarnya.
Rakor lintas sektoral tersebut ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama antara jajaran Pemda, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan sebagai simbol penguatan sinergi dalam menjaga keamanan daerah selama Ramadan hingga Idul Fitri. (pin)













Discussion about this post