Lamanesia.com – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Tahun ini, pola penerimaan siswa masih menggunakan empat jalur utama, yakni domisili 30 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 35 persen, dan mutasi 5 persen.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar My, berharap sekolah-sekolah di Jambi mulai membuka jalur prestasi khusus olahraga untuk menampung atlet-atlet muda berprestasi.
Menurut Umar, jalur prestasi dalam SPMB terbagi menjadi dua kategori, yakni akademik dan non-akademik. Dari total kuota jalur prestasi, sekitar 12 persen diperuntukkan bagi siswa berprestasi non-akademik, termasuk cabang olahraga.
“Kalau ada 100 siswa diterima, maka sekitar 12 orang berpotensi berasal dari jalur prestasi non-akademik, termasuk olahraga,” ujarnya, Selasa (19/05/2026).
Ia menjelaskan, selama ini para siswa atlet masih mengikuti sistem pembelajaran reguler seperti siswa lainnya. Padahal, banyak atlet harus menjalani jadwal latihan padat yang kerap berbenturan dengan aktivitas belajar di sekolah.
Karena itu, Disdik Provinsi Jambi merancang pembentukan kelas olahraga khusus di beberapa sekolah negeri di Kota Jambi sebagai tahap awal percontohan.
Empat sekolah yang direncanakan membuka kelas olahraga tersebut yakni SMA Negeri 1 Kota Jambi, SMA Negeri 3 Kota Jambi, SMA Negeri 5 Kota Jambi, dan SMA Negeri 10 Kota Jambi.
“Nanti satu kelas memang diisi atlet-atlet berprestasi olahraga, minimal tingkat nasional,” katanya.
Umar mencontohkan, saat ini banyak atlet muda Jambi yang tersebar di berbagai sekolah, termasuk atlet dayung yang pernah mengharumkan nama daerah hingga level SEA Games.
Namun di sisi lain, sekolah kerap menghadapi kendala aturan kehadiran karena para atlet harus menjalani latihan intensif sejak pagi hingga malam hari.
“Sekolah juga terikat aturan kehadiran. Kalau tidak hadir 80 persen biasanya terkendala penilaian. Nah, itu yang ingin kita atur melalui kelas khusus olahraga,” jelasnya.
Melalui program tersebut, sistem pembelajaran nantinya akan dibuat lebih fleksibel dengan kombinasi pembelajaran daring, tugas mandiri hingga metode belajar lain yang menyesuaikan kebutuhan atlet.
Program kelas olahraga ini untuk sementara difokuskan di Kota Jambi sebagai proyek percontohan. Jika berjalan sukses, konsep serupa akan diperluas ke kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.
“Kita jadikan Kota Jambi sebagai percontohan dulu. Kalau berhasil, nanti bisa dikembangkan ke daerah lain,” tutup Umar. (mat)













Discussion about this post