Lamanesia.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi terkini perekonomian masyarakat di daerah tersebut.
Menurut Aidil, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS dan rutin digelar setiap 10 tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam.
Ia menjelaskan, seluruh aktivitas ekonomi masyarakat akan didata, mulai dari usaha skala besar hingga usaha kecil yang menghasilkan barang maupun jasa, termasuk sektor usaha digital yang kini berkembang pesat.
“Semua pelaku usaha akan didata, termasuk usaha online, marketplace, dan e-commerce yang sekarang berkembang sangat pesat,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Aidil menyebut perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat membuat struktur ekonomi terus berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, sensus ekonomi dinilai penting untuk melihat gambaran riil kondisi ekonomi daerah saat ini.
“Dulu usaha online belum banyak tercatat. Sekarang sebagian besar masyarakat sudah belanja online dan ini akan menjadi bagian penting dalam sensus ekonomi 2026,” katanya.
Tahapan sensus sendiri telah dimulai sejak 1 Mei 2026 dengan pendataan usaha besar. Selanjutnya, pendataan rumah tangga dan usaha kecil akan dilakukan mulai pertengahan Juni 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Provinsi Jambi merekrut sekitar 3.467 petugas sensus yang nantinya diterjunkan langsung ke lapangan setelah mengikuti pelatihan.
Aidil menambahkan, hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi masyarakat.
“Data ini akan membantu pemerintah melihat kondisi ekonomi terkini sehingga kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (Rdi)













Discussion about this post