Lamanesia.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak yang diperjualbelikan.
Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi, Munjiri mengatakan, berdasarkan hasil pendataan dari 28 pedagang hewan kurban, stok ternak yang tersedia saat ini mencapai lebih dari enam ribu ekor.
“Untuk stok sapi saat ini sebanyak 3.059 ekor, kerbau 496 ekor, kambing 2.827 ekor dan domba 116 ekor,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah tersebut diperkirakan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muaro Jambi selama momentum Iduladha tahun ini. Kebutuhan hewan kurban diprediksi hanya berkisar antara 1.500 hingga 2.000 ekor.
Selain memastikan stok aman, pemerintah daerah juga meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban, terutama ternak yang masuk dari luar daerah. Setiap hewan diwajibkan memiliki surat keterangan kesehatan hewan sebelum dipasarkan di wilayah Muaro Jambi.
Munjiri menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus PMK pada hewan kurban di Kabupaten Muaro Jambi. Meski begitu, langkah pencegahan tetap dilakukan secara intensif melalui vaksinasi dan pemberian vitamin kepada ternak.
“Sejauh ini belum ada laporan ataupun temuan PMK pada hewan kurban. Namun vaksinasi dan pemberian vitamin terus kami lakukan sebagai langkah pencegahan,” katanya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban. Selain memenuhi syariat, hewan yang dipilih harus dalam kondisi sehat, aktif, serta memiliki fisik yang baik agar aman dan layak untuk dikurbankan.













Discussion about this post