Lamanesia.com – Pemerintah Kota Jambi semakin serius menangani persoalan sampah dengan menyiapkan sistem pengelolaan terpadu berbasis masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha saat melakukan pemantauan sejumlah transfer depo sampah di Kota Jambi, Selasa (21/4/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut kebijakan penutupan seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di dalam wilayah Kota Jambi. Sebagai pengganti, Pemkot akan mengoptimalkan fungsi transfer depo sebagai titik pengumpulan sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.
Dalam pemantauan tersebut, Maulana dan Diza meninjau empat lokasi transfer depo, yakni di belakang Pasar Mama Kecamatan Kota Baru, Pasar Modern Kecamatan Jambi Selatan, depan Pasar Angso Duo Kecamatan Pasar, serta di kawasan dekat Kantor Pertamina Kecamatan Jambi Timur.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa sistem baru ini akan diperkuat dengan penerapan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), yang mengedepankan pengangkutan sampah langsung dari rumah warga ke depo terdekat.
“Insya Allah, akhir April program Kampung Bahagia tahap pertama sudah siap menjalankan OPBM. Sampah akan diambil dari rumah ke rumah menuju depo,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Jambi juga menyiapkan berbagai langkah strategis lainnya, seperti penambahan 20 unit armada pengangkut sampah serta rencana pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Talang Gulo.
Maulana menjelaskan, masing-masing depo telah disesuaikan dengan cakupan wilayah layanan, seperti depo belakang Pasar Mama untuk Kecamatan Alam Barajo dan Kota Baru, Pasar Modern Pasir Putih untuk Paal Merah dan Jambi Selatan, serta depo Kasang dan Angso Duo untuk wilayah Jambi Timur dan sekitarnya.
Ia optimistis, dengan sistem ini tidak akan ada lagi masyarakat yang membuang sampah di TPS pinggir jalan maupun TPS liar.
“Setelah sistem ini berjalan, kita akan deklarasikan pelaksanaan OPBM. Harapannya, kota menjadi lebih bersih dan sehat,” tambahnya.
Menurut Maulana, perubahan sistem pengelolaan sampah ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat secara luas. Ia pun mengajak seluruh warga untuk mendukung kebijakan tersebut.
“Ini kewajiban bersama. Dengan dukungan masyarakat, kita optimistis pengelolaan sampah di Kota Jambi akan lebih baik,” pungkasnya. (mat)













Discussion about this post