Lamanesia.com – Menghadapi musim rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta berbagai potensi bencana alam lainnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan puluhan alat berat dan personel yang siap diterjunkan kapan saja ke lokasi terdampak.
Melalui UPTD Workshop dan Peralatan, PUTR Jambi memastikan seluruh sumber daya dalam kondisi siap operasi guna mendukung penanganan bencana secara cepat dan efektif, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan Karhutla maupun tanah longsor.
Kepala UPTD Workshop dan Peralatan PUTR Provinsi Jambi, M. Naufal Afandi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi agar penanganan bencana dapat dilakukan tanpa hambatan ketika situasi darurat terjadi.
“Kami dari PUTR sudah mempersiapkan personel dan alat-alat berat. Jika sewaktu-waktu terjadi Karhutla atau bencana lainnya, tim kami siap bergerak ke lokasi,” ujar Naufal.
Saat ini, sedikitnya 30 unit alat berat telah disiagakan dan ditempatkan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Peralatan tersebut terdiri dari ekskavator, bulldozer, grader, bomag, long arm excavator hingga backhoe loader yang dapat digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut Naufal, perhatian khusus saat ini diberikan kepada Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi setiap tahunnya.
“Untuk penanganan Karhutla, fokus kami berada di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat karena wilayah tersebut cukup sering mengalami kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Selain ancaman Karhutla, PUTR Jambi juga memetakan sejumlah daerah rawan longsor, terutama di wilayah pegunungan dan perbukitan seperti Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo. Ketiga daerah tersebut menjadi prioritas pemantauan mengingat potensi gangguan akses jalan akibat longsor cukup tinggi saat curah hujan meningkat.
Untuk mendukung respons cepat di lapangan, PUTR Jambi juga menyiagakan sekitar 75 personel yang tersebar di berbagai daerah. Seluruh personel tersebut siap digerakkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan penanganan bencana.
“Ada sekitar 75 personel yang siaga. Mereka tersebar di berbagai daerah dan tinggal diperintahkan untuk bergerak ke lokasi yang membutuhkan penanganan,” jelasnya.
Meski hingga saat ini kondisi infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana masih terpantau aman, PUTR Jambi tetap meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh alat berat serta personel berada dalam kondisi siap pakai.
Naufal menegaskan, apabila terjadi longsor maupun bencana lain yang mengganggu akses masyarakat, pihaknya akan langsung turun melakukan penanganan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu lama.
“Jika terjadi bencana seperti longsor, tim kami akan langsung turun ke lokasi. Seperti kejadian longsor beberapa waktu lalu, kami segera melakukan penanganan agar akses jalan kembali normal,” pungkasnya. (mat)













Discussion about this post