Lamanesia.com – Perjuangan panjang penuh kesabaran akhirnya berbuah manis bagi Martinah, calon jemaah haji asal Kota Jambi yang tergabung dalam Kloter BTH 20. Setelah menanti selama 14 tahun, perempuan sederhana yang sehari-hari berjualan jamu keliling itu akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
Dengan usaha kecil yang dijalani bersama keluarga, Martinah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menunaikan ibadah haji. Ia mengaku berangkat seorang diri karena sang suami telah lebih dulu menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu.
“Nama saya Ibu Martinah, asal Kota Jambi yang tergabung dalam BTH 20. Saya sudah menunggu selama 14 tahun untuk berangkat haji. Saya berangkat sendiri karena bapak sudah berangkat,” ujarnya penuh haru.
Setiap hari, Martinah berjualan jamu menggunakan sepeda motor. Ia berkeliling mengantarkan jamu kepada pelanggan tetap di kawasan perumahan demi menghidupi keluarga sekaligus menyisihkan penghasilan untuk tabungan haji.
“Untuk pekerjaan sehari-hari, kami jualan jamu depot kecil-kecilan. Kalau pagi kami jamu keliling pakai motor, mengisi langganan di perumahan. Alhamdulillah dengan rezeki yang berkah dan barokah, Allah titipkan rezeki untuk saya, alhamdulillah sekarang saya jadi tamu Allah,” katanya.
Tak hanya mengandalkan penghasilan harian, Martinah juga disiplin menabung uang receh sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun. Uang hasil tabungan itu bahkan disimpan dalam ember hingga akhirnya terkumpul jutaan rupiah untuk biaya pelunasan haji.
“Kami juga menabung, bahkan nyelengi dengan uang receh. Kami menabung sedikit demi sedikit hingga terkumpul tiga ember sejumlah Rp15 juta. Saat pelunasan, uangnya kami tukarkan, dan alhamdulillah ditambah sedikit lagi jadi cukup untuk pelunasan,” ungkapnya.
Kisah Martinah menjadi potret perjuangan masyarakat sederhana yang memiliki tekad kuat untuk mewujudkan impian spiritualnya. Di tengah keterbatasan, ia tetap yakin bahwa rezeki akan datang bagi mereka yang sabar dan terus berusaha.
Martinah berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain agar tidak pernah menyerah untuk berhaji meski kondisi ekonomi pas-pasan.
“Harapan saya, mudah-mudahan teman-teman yang lainnya punya inisiatif kepingin juga menjadi tamu Allah, dan mudah-mudahan semuanya dimudahkan. Kalau ekonomi pas-pasan, mungkin bisa menabung sedikit demi sedikit,” tutupnya. (mat)













Discussion about this post