Lamanesia.com – Impian dua calon jemaah haji asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026 harus tertunda akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara menuju Tanah Suci.
Keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat kelaikan terbang setelah menjalani pemeriksaan medis intensif oleh tim kesehatan di Asrama Haji Kota Jambi.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi, menyebut dua calon jamaah tersebut yakni Muhammad Ali (51) dan Suradi Kartawiyono (74). Penundaan keberangkatan ini berdasarkan surat resmi dari Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi.
Muhammad Ali diketahui menderita gagal ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) stadium lima. Kondisi tersebut membuatnya dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun ini karena harus menjalani penanganan medis secara intensif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Suradi Kartawiyono didiagnosis mengalami pneumonia atau radang paru-paru disertai kadar oksigen darah yang rendah sehingga belum diperbolehkan terbang bersama Kloter 19.
Meski demikian, pihak Kemenhaj Jambi masih membuka peluang bagi Suradi untuk tetap berangkat haji apabila kondisi kesehatannya membaik dalam beberapa hari ke depan.
“Kami melihat ada potensi dalam dua hari ke depan kondisi beliau kembali normal. Jika kesehatannya stabil, akan diupayakan berangkat bersama kloter berikutnya yang masih memiliki kursi kosong, kemungkinan di Kloter 25,” ujar Wahyudi saat ditemui di Asrama Haji Kota Jambi.
Dengan tertundanya dua jamaah tersebut, jumlah jamaah yang resmi diberangkatkan dalam Kloter 19 tercatat sebanyak 444 orang. Mereka terdiri dari 279 jamaah asal Kabupaten Merangin, 156 jamaah dari Kabupaten Kerinci, tiga jamaah asal Muaro Jambi, serta enam petugas haji daerah dan KBIHU.
Pihak Kemenhaj Jambi memastikan akan terus memantau kondisi kesehatan jamaah yang tertunda serta memberikan pelayanan maksimal selama masa pemulihan.
Di sisi lain, petugas kesehatan juga mengingatkan para calon jamaah haji, khususnya lansia, untuk menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan. Jamaah diimbau rutin menggunakan masker di keramaian, menjaga asupan cairan tubuh, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. (Rdi)













Discussion about this post