Lamanesia.com – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi resmi menerima kedatangan jemaah haji Kloter BTH 24 di Asrama Haji Antara Jambi, Selasa (19/5). Proses penerimaan dilakukan melalui sistem One Stop Service atau layanan satu meja guna mempercepat tahapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pembagian dokumen penting keberangkatan.
Dalam pelayanan tersebut, jemaah yang dinyatakan sehat langsung menerima gelang identitas dan uang saku (living cost) sebesar 750 Riyal atau setara sekitar Rp3,3 juta sebagai bekal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Tak hanya itu, panitia juga memastikan seluruh jemaah telah memegang Kartu Nusuk, dokumen resmi wajib yang menjadi syarat utama untuk memasuki Kota Makkah dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Karena tergabung dalam gelombang kedua yang akan terbang langsung menuju Jeddah, seluruh jemaah Kloter BTH 24 diwajibkan menginap semalam di asrama sebelum keberangkatan. Para jemaah dijadwalkan mulai bergerak menuju aula keberangkatan pada pukul 02.00 WIB.
Menjelang subuh, jemaah juga diimbau telah melaksanakan mandi sunah ihram dan mengenakan pakaian ihram putih sebagai bagian dari persiapan spiritual menuju Tanah Suci.
Sementara itu, Balai Kekarantinaan Kesehatan Jambi memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah menyusul cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 40 hingga 45 derajat Celcius.
“Kami meminta seluruh jemaah untuk minum air setiap 30 menit meskipun tidak merasa haus, dan dilarang keras menerima makanan dari luar asrama karena seluruh makanan di dalam sudah diuji laboratorium guna mencegah diare,” ujar perwakilan Balai Kekarantinaan Kesehatan Jambi.
Petugas kesehatan juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, sunscreen, hingga alas kaki tertutup selama berada di Arab Saudi. Selain itu, jemaah diminta menghindari kontak langsung dengan unta maupun konsumsi susu dan daging unta mentah guna mencegah penularan virus MERS.
Sebagai dukungan tambahan, setiap jemaah dibekali paket kesehatan berisi antiseptik tangan, salep otot Molatril, tisu antibakteri, hingga botol semprot air untuk membantu menjaga kebugaran di tengah suhu panas ekstrem.
Saat ini, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) terus melakukan koordinasi intensif di asrama demi memastikan seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan lancar. (Rdi)













Discussion about this post